Mundurkan Jam Belajar Sekolah, Jika Kabut Makin Tebal

Dinas Pendidikan Sumsel segera mengambil langkah efisien agar kabut tidak membahayakan aktivitas belajar-mengajar khususnya anak sekolah.

Mundurkan Jam Belajar Sekolah, Jika Kabut Makin Tebal
SRIPOKU.COM/SYAHRUL HIDAYAT
Kabut Asap Makin Tebal Selimuti Kota Palembang, Rabu (4/9/2019) 

PALEMBANG, SRIPO -- Pekatnya kabut asap yang menyelimuti Kota Palembang semakin memicu kekhawatiran masyarakat terhadap dampak polusi udara. Terutama bagi anak sekolah yang rata-rata masuk pagi sekitar pukul 06.45, karena kabut pekat terjadi subuh hingga pukul 07.00. Mengantisipasi hal tersebut, Dinas Pendidikan (Disdik) Sumsel segera mengambil langkah efisien agar kabut tidak membahayakan aktivitas belajar-mengajar khususnya anak sekolah.

"Setelah mendapat informasi resmi dari Dinas Kesehatan tentang tingkat kepekatan asap yang bisa membahayakan bagi kesehatan anak-anak, maka kami akan segera menerbitkan edaran ke setiap sekolah," ujar Kepala Dinas Pendidikan Sumsel Widodo, Kamis (5/9/2019).

Dia juga mengatakan tujuan dari menerbitkan edaran ke setial sekolah untuk menata atau menggeser jam belajar siswa ke agak siang. "Jadi saat pagi hari mereka tidak terganggu dari dampak kabut asap tersebut," katanya.

Jika asap tersebut terdeteksi membahayakan sepanjang har,i sangat mungkin siswa dapat belajar di rumah dengan memanfaatkan kelas.

"Namun aktivitas dan kegiatan belajar-mengajar harus terus berjalan. Sehingga anak-anak tetap belajar meski tidak tatap muka. Jadi waktunya dibuat tentatif saja," jelasnya.

Sebelum membuat surat edaran, saat ini pihaknya masih menunggu info dari Dinkes Sumsel terkait sehat atau tidaknya kondisi asap di Sumsel saat ini bagi anak.

"Mengingat jam pekatnya rata-rata pagi hari, maka kecenderungannya adalah memundurkan jam masuk sekolah," ujarnya. Selain itu, saat ini Dinkes masih memantau, dan dirinya masih menunggu hasilnya untuk putuskan seberapa lama mundur atau jika sudah sangat membahayakan maka akan ditempuh untuk belajar di rumah.

"Kondisi ini sama seperti 2015 lalu, yang mana kabut asap berpotensi membahayakan terutama memicu ISPA. Jadi untuk antisipasi tidak masalah kalau anak-anak belajar melalui kelas maya. Namun bukan berarti kita liburkan," tutupnya. (ts-Elm)

Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved