Belajar dari Marselia Indriani Hobi Memasak, Bisnis Keripik Pisang Mas Oven hingga ke Jeddah

Hobi memang kerap menjadi ide awal untuk berbisnis. Tak jarang, ide-ide tersebut berhasil dan membuat bisnis berkembang. Seperti wanita asal Lumajang

Belajar dari Marselia Indriani Hobi Memasak, Bisnis Keripik Pisang Mas Oven hingga ke Jeddah
https://money.kompas.com/
Titin (Kiri) pemilik usaha sambal olahan dan Marselia Indriani (kanan) pemilik usaha Pisang Mas Oven. (KOMPAS.com/FIKA NURUL ULYA) 

SRIPOKU.COM, JAKARTA - Hobi memang kerap menjadi ide awal untuk berbisnis. Tak jarang, ide-ide tersebut berhasil dan membuat bisnis berkembang. Seperti wanita asal Lumajang ini bernama Marselia Indriani (37) memulai bisnisnya dari hobi memasak.

Marselia menceritakan, bisnisnya dimulai setelah dia memutuskan resign dari kantor lamanya setelah 13 tahun bekerja pada 2017 lalu. Meski sempat bingung mau berbisnis apa, akhirnya hati dia berlabuh untuk bisnis sesuai kesenangan dan hobinya, yakni membuat kue ringan.

Bermula dari Hobi Memasak, Nisa Bikin Teman-temannya Ketagihan

Wanita Lebih Tertarik Pria yang Hobi Memasak

"Basic saya itu passionnya ke bake, bikin kue. Kalau dengan hobi kan seneng tuh, jadi hobinya dapet hasilnya dapet makanya saya pindah ke kuliner setelah sebelumnya bisnis baju," kata Marselia Indriani kepada Kompas.com, Jumat (30/8/2019).

Adapun produk yang dijualnya adalah keripik pisang tanpa pemanis buatan yang diberi nama Pisang Mas Oven seharga Rp 20.000.

Bedanya, keripik ini dibungkus menyerupai makanan ringan seperti di supermarket dan bisa tahan selama 1 tahun. Pun Marselia menjual brownies cookies seharga Rp 5.000 per bungkus.

Terkait modal awal, dia mengaku berasal dari uang tabungan dan pensiunnya.

"Kebetulan saya semampunya saya, saya takut riba jadi saya beli seadanya untuk modal dan produksi awal. Dari modal pribadi. modalnya dari tabungan dan uang pensiun segala macem itulah ya," jelas Marselia.

Masuk Toko Ritel Modern
Rupanya, bisnis makanan yang diolahnya saat ini telah masuk ke minimarket-minimarket seperti Carrefour. Saat ini resellernya telah ada di sekitar Jabodetabek. Tak tanggung-tanggung, produknya juga sudah go-ekspor. Saat ini, Marselia mengaku sudah menjual di Jeddah dan Taiwan.

Dari bisnis ini, keuntungan yang didapat bisa berkisar Rp 20 juta hingga Rp 30 juta per bulan.

"Kalau setahun bisa dikalikan saja. Ya pokoknya rata-rata segitu ya, karena kan jualan ada naik turunnya," kata Marselia.

Halaman
12
Editor: Bejoroy
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved