Aksi Respon Cepat, Dinkes Sumsel Bagikan 10.000 Masker Pelindung Kabut Asap

Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) membagikan 10.000 alat pelindung diri berupa masker kepada masyarakat di seputaran Kota Palembang

Aksi Respon Cepat, Dinkes Sumsel Bagikan 10.000 Masker Pelindung Kabut Asap
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Para petugas dari Dinkes Provinsi Sumsel membagikan alat pelindung diri berupa masker kepada pengendara motor di lampu merah Simpang Fly Over Polda. 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Abdul Hafiz

SRIPOKU..COM, PALEMBANG - Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) membagikan 10.000 alat pelindung diri berupa masker kepada masyarakat di seputaran Kota Palembang, kegiatan ini merupakan aksi respon cepat untuk mengurangi dampak bahaya dari polusi asap yang masih menyelimuti Provinsi Provinsi Sumsel dan sekitarnya, Kamis (5/9/2019).

Berdasarkan hasil pemantauan kualitas udara yang dihimpun dari Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Provinsi Sumsel, kualitas udara masih dikategorikan baik, penjelasan baik yang dimaksud adalah tingkat kualitas udara yang tidak memberikan efek bagi kesehatan manusia atau hewan dan tidak berpengaruh pada tumbuhan, bangunan maupun nilai estetika.

Gubernur Sumsel, H Herman Deru SH MM mengatakan, hingga saat ini belum ada laporan tegas tentang hotspot atau firespot yang besar, sehingga kemungkinan penyebabnya adalah kabut radiasi seperti yang diistilahkan oleh BMKG.

"Mungkin juga ada tetangga atau asap lain yang masuk," katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel Dra Lesty Nuraini Apt MKes ketika dikonfirmasi membenarkan, pihaknya melakukan pembagian 10.000 masker dilakukan pada beberapa tempat, simpang Charitas, simpang Polda, simpang Jakabaring dan pada beberapa sekolah, merupakan respon cepat yang tujuan utamanya menginisiasi dan megedukasi masyarakat agar mulai siap masker jika keluar rumah untuk mengantisipasi dampak buruk karhutla.

"Dimana tadi pagi terasa adanya kabut yang cukup menghalangi jarak pandang dan dikhawatirkan mengganggu pernapasan, kesehatan, selain masker juga dibagikan selebaran berisi himbauan pd masyarakat bgmn menghadapi musim kering dan asap supaya tidak sakit. Selanjutnya diharapkan masyarakat sudah siap, secara mandiri mampu mengatasi permasalahan kesehatannya khususnya menghadapi dampak buruk asap yang bisa datang mendadak," kata Lesty.

Oleh sebab itu pula menurutnya, menggunakan masker saat berpergian keluar rumah dapat mengurangi paparan partikel kabut asap.

“Terpapar diruang terbuka tanpa masker dalam waktu yang lama bisa menyebabkan Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), makanya kita harapkan kalau keluar masyarakat jangan terlampau lama terpapar dengan kabut asap, kalau pun lama lebih baik menggunakan masker,” jelasnya

Pembagian masker ini dikatakan Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel, dr Trisnawarman telah merata dibagikan terutama di kabupaten/kota yang terdeteksi berdampak gangguan asap akibat karhutlah.

“Sudah banyak yang kita sebarkan sudah berapa puluh ribu masker yang kita kirimkan, nah ini untuk harini saja lebih kurang hampir 5000-10.000 masker lebih dibagikan,” katanya.

Ia berharap, masker ini mampu mengantisipasi atau sebagai alat pelindung diri terhadap asap, sehingga masyarakat tidak mudah terjangkit ispa. Selain itu pula kesadaran masyrakat juga sangat menentukan terhadap prilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

“Dinkes Provinsi Sumsel juga sudah mengirimkan surat himbauan atau edaran ke kabupaten/ kota untuk mencegah dengan memakai masker, dengan gizi yang cukup, jangan membakar lahan kemudian juga antisipsi lainnya, Karena kalau kondisi lemah sangat mungkin mudah terjadi ispa,” pungkasnya. (Abdul Hafiz)

Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved