Berita Palembang

Polda Sumsel Temukan Pil Ekstasi Mengandung Multipelduse yang Bisa Membuat Penggunanya Mati

Polda Sumsel Temukan Pil Ekstasi Mengandung Multipelduse yang Bisa Membuat Penggunanya Mati

Polda Sumsel Temukan Pil Ekstasi Mengandung Multipelduse yang Bisa Membuat Penggunanya Mati
TRIBUNSUMSEL/muhammad ardiansyah
Pemusnahan barang bukti narkoba dengan cara diblender di halaman Mapolda Sumsel, Rabu (4/9/2019). 

Polda Sumsel Temukan Pil Ekstasi Mengandung Multipelduse yang Bisa Membuat Penggunanya Mati

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Polda Sumsel memusnahkan sebanyak 31 kg sabu dan 5.337 butir pil ekstasi hasil ungkap kasus Ditresnarkoba Polda Sumsel dan Polres Empat Lawang dengan cara diblender.

Tak butuh waktu lama, narkoba dengan nilai miliaran rupiah ini berubah menjadi jus narkoba. Agar tidak di salah gunakan, jus narkoba ini dicampur detergen.

Sebelum dimusnahkan dengan diblander, narkoba jenis sabu dan pil ekstasi ini dites keasliannya.

Penyidik Labfor Cabang Palembang Kompol Edi Suryanto SSi Apt, yang memeriksa sabu-sabu dan pil ekstasi ini menyatakan semua barang bukti asli narkoba.

Di barang bukti pil ekstasi yang dicek, ternyata tak hanya mengandung methavetamin.

Pil ekstasi berlogo minion ternyata mengandung Zat Multipelduse.

Video: 31,8 kg Sabu dan 5300 Butir Ekstasi, Dimusnahkan di Halaman Mapolda Sumsel

Bupati Muaraenim Kena OTT KPK, Herman Deru Tegaskan Plh tak Boleh buat Kebijakan Strategis

Gubernur dan Kapolda Sumsel Bakal Reuni Bareng 800-an Alumni SMANTA Reuni Akbar Lintas Angkatan

Yang artinya, pil ekstasi ini banyak mengandung zat lain selain methavetamin.

"Ekstasi jenis ini, bila dikonsumsi bisa menyebabkan interaksi obat yang buruk. Ketika tercampur dalam satu tablet, bisa beracun," ujarnya.

Dikatakan Edi, dalam waktu singkat ketika mengkonsumsi ekstasi jenis ini si pengguna bisa langsung merasakan reaksinya sampai menyebabkan kematian.

"Intinya, semua narkoba berbahaya baik itu single maupun Multipelduse," ungkapnya.

Sedangkan Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Rudi Setiawan menuturkan, pemusnahan sebanyak 31 kg sabu-sabu dan 5.337 butir ekstasi ini setidaknya dapat menyelamatkan 1.000 lebih masyarakat.

"Ini sebagai komitmen bersama tidak hanya Polri, tetapi BNNP, kejaksaan dan pengadilan dalam memberantas narkoba di wilayah Sumsel," ujar Rudi.

Selain itu, pemberantasan narkoba juga tidak hanya peran serta dari aparat penegak hukum. Akan tetapi juga peran serta semuanya termasuk masyarakat dan juga pemerintah. (TRIBUNSUMSEL/muhammad ardiansyah)

Editor: Sudarwan
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved