Berita Palembang

Ikut Serang RSUD Tebing Tinggi Sarjono Mengaku Dibayar Rp 100 Ribu

Ikut Serang RSUD Tebing Tinggi Sarjono Mengaku Dibayar Rp 100 Ribu, Ditreskrimum Polda Sumsel sudah melimpahkan berkasnya ke Kejaksaan.

Ikut Serang RSUD Tebing Tinggi Sarjono Mengaku Dibayar Rp 100 Ribu
TRIBUNSUMSEL.COM/MUHAMMAD ARDIYANSAH
Tersangka saat dibawa untuk jumpa pers di Ditreskrimum Polda Sumsel, Senin (2/9/2019). 

Ikut Serang RSUD Tebing Tinggi Sarjono Mengaku Dibayar Rp 100 Ribu

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Sebanyak 14 tersangka kasus penyerangan RSUD Tebing Tinggi Empat Lawang beberapa waktu lalu memasuki babak baru, kini penyidik dari Ditreskrimum Polda Sumsel sudah melimpahkan berkasnya ke Kejaksaan.

Dari ke-14 tersangka yang diamankan Polda Sumsel ternyata memiliki berbeda-beda peran saat melakukan penyerangan di RSUD Tebing Tinggi Empat Lawang.

Salah seorangnya Sarjono (50) mengaku membawa sajam jenis pisau yang sengaja dibawanya dari rumah. Dari ajakan tetangga, dirinya ikut rombongan untuk mendatangi RSUD Tebing Tinggi Empat Lawang.

"Aku dibayar Rp 100 ribu dan diajak tetangga untuk ikut menyerang di rumah sakit. Ada instruksi, kalau ada polisi langsung serang saja," ujar Sarjono saat diamankan di Polda Sumsel, Senin (2/9/2019).

Penemuan Baru Goa Berudu di OKU Selatan, Miliki Potensi Wisata

VIDEO : Cara Nonton Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Malaysia di TV Online Mola TV

Tarif Baru Gojek di Sumsel, Ini Tarifnya per km Sejak Juli 2019

Dengan menumpang truk, rombongan berangkat menuju ke RSUD Tebing Tinggi Empat Lawang selama 1.5 jam. Saat tiba, ketika ada instruksi ia dan yang lain langsung menyerang RSUD Tebing Tinggi Empat Lawang

"Menyesal, karena tidak tahu apa masalahnya, tetapi aku ikut-ikutan," ujarnya. 

Sedangkan Direktur Reskrimum Polda Sumsel Kombes Pol Yustan Alpian menuturkan, sudah ada 14 orang yang diamankan yakni 

Erwanto alias Erwan (19), Sukiran (50), Erwan (30), Erwin (30), Egi (35), Gilang (20), Hendi alias Cendol (30), Darwanto (50), Sermin (40), Yomyi (60), Sarjono (50) dalam kasus penyerangan RSUD Tebing Tinggi Empat Lawang.

Menurut Yustan, berawal seorang  warga bernama Sariman di Desa Talang Rebo diancam delapan orang akan dibunuh. Karena itu, ia melapor ke Polsek Ulu Musi. Dari laporan itu, dilakukan penyelidikan dan diketahui bila pelaku pengancaman empat orang.

Penyelidikan langsung dilakukan tiga orang anggota yang langsung   Polsek Ulu Musi dipimpin Kanit ke Talang Rebo Iptu Arsan Fajri. Para pelaku dicari sampai Ke Desa Tangga Rasa dan  bertemu. Ketika hendak ditangkap, pelaku Hendi langsung menusuk dan membacok Kanit Reskrim. Karena Kanit ditusuk, sehingga dilakukan tindakan tegas terhadap Erwan dan Erwin. 

"Keluarga Erwin dan Erwan, datang menggunakan dua truk mendatangi rumah sakit. Karena memang sudah dipersiapkan, sehingga ada beberapa orang yang sengaja membawa senpi rakitan dan senjata tajam jenis parang dan pisau. Mereka sengaja datang dengan menempuh 1.5 jam perjalan," ujarnya. 

Sepanjang Agustus, Badan Pusat Statistik (BPS) Catat Propinsi Sumsel Alami Deflasi 0,15 Persen

BREAKING NEWS : Pegawai Pemkot Palembang Wajib Naik LRT, Jika tidak Ini Sanksi Bagi yang Melanggar

Adegan Mesum Supir Angkot dan ABG di Lubuklinggau Beredar Direkam Warga yang Sedang Olahraga

Saat tiba, langsung melakukan penyerangan di depan rumah sakit. Saat itu, ada anggota polisi yang berjaga di depan rumah sakit. Karena ada penyerangan, membuat anggota polisi melakukan tindakan tegas. 

"Dua orang anggota polisi yang berjaga mengalami luka tembak. Barang bukti yang diamankan dari para tersangka ini 12 sajam, 2 senpi rakitan laras panjang dan satu senpi laras pendek termasuk peluru tajam. Dari pemeriksaan, para tersangka ini mengakui bila mereka sengaja membawa senjata berdasarkan perintah," ungkapnya. (Muhammad Ardiansyah/TS)

Editor: adi kurniawan
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved