PALI Tetap Beli Air Baku Muaraenim

Sejumlah aset Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lematang Enim, yang berada di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Selasa (27/8/2019) resmi d

SRIPOKU.COM, PALI - Sejumlah aset Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lematang Enim, yang berada di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Selasa (27/8/2019) resmi diserahkan ke Pemkab PALI, termasuk angka tunggakan sebesar Rp 7 miliar. Namun, instalasi pengelolahan air (water intake) yang berada di Desa Teluklubuk Muaraenim tidak termasuk aset yang diserahkan, sehingga Kabupaten PALI masih harus membeli air curah ke Muaraenim.

PALI Darurat Air Bersih, 5 Hari PDAM Tak Menyala Warga Terpaksa Mengungsi Hingga Beli Air Galon

Warga Ini Rela Beli Air Galon Dan Patungan Beli Air Tengki , Akibat Air Kecil Bahkan Tak Mengalir

Di internal Pemkab PALI sendiri, sempat menanyakan kenapa tidak diserahkannya aset Water Intake. Karena Intake sendiri merupakan bangunan pertama untuk masuknya air dari sumber air (sungai). Pada bangunan Intake ini, biasanya terdapat bar screen yang berfungsi untuk menyaring benda-benda yang ikut tergenang dalam air. Kemudian air akan di pompa ke bangunan berikutnya, yaitu Water Treatment Plant (WTP) atau instalasi pengalohan air (IPA) dan resevoir. Dari titik ini, selanjutnya air didistribukan ke pelanggan melalui pipa. Dengan masih dikuasainya water intake, maka Kabupaten PALI masih sangat bertengantungan dengan PDAM Lematang Enim, Muaraenim. Sementara PDAM Tirta PALI Anugerah hanya sebatas melakukan pengelolaan dan distribusi.

Menyikapi hal itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten PALI, Syahron Nazil tidak banyak memberikan komentar usai penyerahan aset PDAM tersebut. Ia pun membenarkan Kabupaten PALI masih harus membeli air ke PDAM Lematang Enim. Namun begitu, Syahron Nazil memastikan Kabupaten PALI akan membeli air curah ke PDAM Lematang Enim dengan syarat kualitas air yang diproduksi lebih baik dan harganya murah.

"PALI siap membeli air curah dari PDAM Lematang Enim dengan syarat harga lebih murah dan kualitas air harus lebih jernih. Kalau masih mahal, bahkan harganya masih sama sebelum aset diserahkan, untuk apa lagi aset PDAM Lematang Enim dikasihkan ke kita," kata Syahron Nazil dengan nada meninggi, Rabu (28/8/2019) seraya menambahkan, dirinya menyarankan kepada pengelola PDAM dalam hal ini PT Tirta PALI Anugerah agar menurunkan tarif PDAM.

"Paling utama adalah peningkatan pelayanan, jangan sering tersendat hingga mengakibatkan banyak menuai keluhan masyarakat," ujarnya.

Sementara terkait piutang pelanggan PDAM yang mencapai hampir Rp 7 miliar, Sekda menyebut bahwa piutang tersebut juga telah diserahkan ke Pemkab PALI.

"Apakah nanti piutang itu akan ditagih ke pelanggan atau dilakukan pemutihan, hal itu wewenang kepala daerah. Untuk menghindari tunggakan kembali terjadi, maka pokok utama adalah pada pelayanannya, kalau pelayanan baik maka pelanggan akan malu untuk menunggak," jelasnya.

Terpisah Direktur PDAM Tirta PALI Anugerah Sigit Kristiawan mengatakan, serah terima aset PDAM Lematang Enim yang berada di wilayah kabupaten PALI, bukanlah tujuan akhir, melainkan awal dari perjuangan PDAM Tirta PALI Anugerah dalam melayani kebutuhan primer masyarakat se-kabupaten PALI.

"Kami memerlukan kerjasama dengan berbagai pihak bersinergi melayani masyarakat," kata dia.

Dikatakan, dalam waktu dekat, pihaknya akan tetap melakukan kerjasama dengan PDAM Lematang Enim untuk meningkatkan pasokan Instalasi Kota Kecamatan (IKK) di Teluk Lubuk, Kecamatan Belimbing, Kabupaten Muara Enim.

"Solusi jangka pendek melakukan kerjasama dengan PDAM Lematang Enim meningkatkan pasokan IKK Teluk Lubuk. Jangka panjang membimbing dan mengawasi pembangunan IKK Muara Sungai oleh Dinas Perkim target operasi Mei 2020 untuk suplai Pendopo dan sekitarnya," jelasnya.(cr2)

Like Facebook Sriwijaya Post Ya...

Penulis: Reigan Riangga
Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved