Berita Palembang
Penjelasan Dokter Ahli Kandungan Penyebab Bayi Kembar Siam dan Cara Mengatasinya
dr Variantono Azwar SpOG K-Fer mengatakan, kondisi bayi kembar Siam sudah bisa dideteksi sejak kehamilan masih menginjak usia 3 bulan.
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Sejak masa kehamilan, kondisi bayi kembar siam sudah bisa terdeteksi melalui USG.
Dokter spesialis kandungan di RS RK Charitas, dr Variantono Azwar SpOG K-Fer mengatakan, kondisi bayi kembar Siam sudah bisa dideteksi sejak kehamilan masih menginjak usia 3 bulan.
"Memang dari trimester pertama kehamilan, keadaan bayi yang memiliki indikasi lahir bayi kembar siam sudah bisa diketahui,"ujarnya, Rabu (28/7/2019).
Dia menjelaskan, kondisi penyebab bayi kembar siam dikarenakan saat proses kehamilan, pemisahan sel telur yang sudah dibuahi, proses pembelahan sel tidak terjadi secara sempurna.
"Kondisi tersebutlah yang membuat terjadinya bayi kembar siam,"ujarnya.
Terkait anggapan sebagian masyarakat yang mengatakan kembar Siam terjadi karena faktor keturunan, dr Veriantono membantah hal tersebut.
Menurutnya, faktor genetik tidaklah bisa disebut sebagai faktor penyebab lahirnya bayi kembar siam.
"Dari faktor keturunan, sebenarnya bisa iya dan bisa juga tidak. Namun kalau sepenuhnya dianggap sebagai faktor keturunan, itu tidak benar. Misalnya ada keturunan kembar siam, jadi dikira kemungkinan untuk punya keturunan kembar siam juga. Tidak benar seperti itu,"paparnya.
• Hujan Mengguyur Kabupaten Lahat Sebabkan Jalan Amblas dan Truk Bermuatan Semen Terjebak
• Babak Pertama Sriwijaya FC Vs Cilegon United Berakhir, skor 2-0 kemenangan untuk Laskar Wong Kito
• Driver Gojek Ini Kehilangan Rp 16,8 Juta karena Ikuti Arahan Penelpon yang Mengaku dari Gojek Pusat
Dia menjelaskan, secara umum tidak ada makanan pantangan untuk mencegah melahirkan bayi kembar siam.
Namun untuk mencegah cacat janin, sebaiknya ibu hamil banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung asam folat. Serta penting memperdalam edukasi pra kehamilan.
"Sangat penting juga untuk menerapkan pola hidup sehat serta rutin untuk melakukan kontrol ke dokter kandungan,"ujarnya.
Sedangkan bagi calon orang tua yang sudah memiliki indikasi akan melahirkan bayi kembar siam, dr variantono mengatakan sejumlah persiapan harus dilakukan sebelum melakukan proses persalinan.
Dimulai dengan memilih rumah sakit yang akan jadi tempat bersalin. Pilihlah rumah sakit yang memiliki peralatan lengkap.
Sebab melahirkan bayi kembar siam tidak bisa secara normal. Harus melalui tahap Caesar.
Selain itu pihak rumah sakit perlu melakukan persiapan sebelum membantu proses kelahiran bayi kembar siam tersebut.
"Selain itu, penting juga untuk mempersiapkan mental bagi ibu, ayah dan keluarga sang bayi. Persiapan mental juga sudah harus dilakukan sejak awal,"ucapnya.
Untuk kontrol USG, dia menyarankan agar dilakukan dalam beberapa tahap.
Pada trimester pertama minimal satu kali, trimester kedua satu kali dan trimester ketiga minimal dua kali.
"Ingat, itu waktu minimal. Maka bisa dilakukan lebih dari itu,"ujarnya. (TS/Shintadwi Anggraini)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/dr-viantoro-azwar-spog-k-fer.jpg)