Berita Musirawas

199 Kades dan Lurah di Musirawas Ikuti Pelatihan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat

199 Kades dan Lurah di Musirawas Ikuti Pelatihan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat

199 Kades dan Lurah di Musirawas Ikuti Pelatihan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat
SRIPOKU.COM/AHMAD FAROZI
Sebanyak 199 kepala desa dan lurah se Kabupaten Musirawas selaku aktivis Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) mengikuti pelatihan tentang perlindungan yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Musirawas di Gedung BLK Kabupaten Musirawas, Senin (26/8/2019). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Ahmad Farozi

199 Kades dan Lurah di Musirawas Ikuti Pelatihan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat

SRIPOKU.COM, MUSIRAWAS - Sebanyak 199 kepala desa dan lurah se Kabupaten Musirawas selaku aktivis Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) mengikuti pelatihan tentang perlindungan anak yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Musirawas di Gedung BLK Kabupaten Musirawas, Senin (26/8/2019).

Salah satu narasumber dalam kegiatan ini adalah Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Lubuklinggau, Faiq Nurfiqri Sofa, yang membahas tentang sistem peradilan pidana anak.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Musirawas Jamil Kamal mengatakan, pelatihan ini bertujuan untuk memperkuat kemampuan para aktifis PATBM ditingkat desa dan kelurahan.

"Kegiatan ini untuk meningkatkan kapasitas para aktivis PATBM untuk terlibat aktif dalam perlindungan anak, khususnya di Kabupaten Musirawas," kata Jamil Kamal.

Tim Ekspedisi Sriwijaya Sripo-Tribun Telusuri Jejak Peninggalan Peradaban Tertua di Sumsel

Hj Eva Susanti Tersanjung Nama Disebut Ungguli Amalia Sobli Memenangi DPD RI

Hewan Dabbah Muncul di Sulawesi, Dikaitkan Tanda Kiamat, Panji Petualang Ungkap Fakta di Luar Dugaan

Asisten I Pemkab Musirawas H Heriyanto, mewakili bupati saat membuka kegiatan mengatakan, perlindungan anak dan pemberdayaan masyarakat merupakan urusan wajib yang harus diselenggarakan oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah termasuk kabupaten dan kota.

Hal ini sesuai dengan undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Dikatakan, Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) adalah sebuah gerakan dari jaringan atau kelompok warga pada tingkat masyarakat yang bekerja secara berkordinasi untuk mencapai perlundungan anak.

Dikatakan, pelatihan PATBM adalah upaya untuk membangun intervensi perlindungan anak yang terpadu dengan melibatkan partisipasi masyarakat di tingkat provinsi, kabupaten/kota dan desa.

Ramalan Zodiak Hari Ini 26 Agustus 2019, Keuangan Taurus Boros, Sagitarius Penuh Cinta, Cek Disini!

Kalimantan Jadi Ibu Kota, BMKG Klaim Satu-satunya Pulau di Indonesia dengan Aktifitas Gempa Rendah

Video: Anggota Polsek Penukal Abab PALI Sergap Pengendara Innova,Temukan Narkoba dan Senjata Api

Pelatihan PATBM pada dasarnya adalah pelatihan motivasional yaitu mendorong peserta untuk mempunyai paradigma dan sikap mental positif yang mendukung upaya perlindungan anak yang merupakan wujud tanggung jawab bersama.

"Pelatihan ini bertujuan untuk memperkuat kemampuan dan keterampilan pada penggerak atau aktivis PATBM ditingkat desa agar mampu melaksanakan tugas dan fungsinya dalam rangka mewujudkan upaya perlindungan anak dari tindak kekerasan yang berhasil dan berkelanjutan di tingkat masyarakat.

Dan bermanfaat untuk meningkatkan kapasitas peserta pelatihan sehingga mempunyai kemampuan untuk terlibat aktif dalam perlindungan anak," ujarnya.

Penulis: Ahmad Farozi
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved