Insiden di Asrama Mahasiswa Papua

Update Nasib Mayor TNI Terkait Insiden Rasis di Asrama Mahasiswa Papua, ini Kata KodamV/Brawijaya

Update Nasib Mayor TNI Terkait Insiden Rasis di Asrama Mahasiswa Papua,Ini Kata Pihak KodamV/Brawijaya

Update Nasib Mayor TNI Terkait Insiden Rasis di Asrama Mahasiswa Papua, ini Kata KodamV/Brawijaya
ISTIMEWA
Dugaan Rasis di Asrama Mahasiswa Papua yang diduga dilakukan oknum Mayor TNI 

Imam mengungkapkan, mereka dibebastugaskan, sejak 20 Agustus 2019 atau empat hari setelah terjadi insiden di Asrama Mahasiswa Papua yang belakangan memicu konflik lebih besar di Papua. 

"4 hari penyelidikan fix, kemudian kami skorsing untuk penyelidikan,"

Imam mengatakan, upaya skorisng itu dimaksudkan agar proses pengusutan dan pengungkapan kasus dugaan ujaran rasial berjalan efektif.

"Dan itu dalam rangka untuk mempermudah pendidikan artinya agar konsentrasi pendidikannya agar lebih optimal," katanya.

Ditanya perihal waktu yang dibutuhkan oleh penyidik Pomdam Kodam V/Brawijaya melengkapi berkas hasil lidik hingga siap dibawa ke meja pengadilan militer, Imam menegaskan bahwa pihaknya memasrahkan hal itu sepenuhnya pada pihak penyidik Pomdam Kodam V/Brawijaya maupun pihak pengadilan militer.

"Nanti kami akan koordinasi pada pihak penyidik. Melengkapi berkas sidang itu perlu waktu lama juga. Nanti begitu sudah cukup maka kami limpahkan ke persidangan," pungkasnya

==

Sebelumnya Video Mayor TNI yagn Beredar

Isu rasisme terkait Papua yang menyebar di media sosial dan secara nasional memicu amarah masyarakat Papua, hingga meluas dan menjadi efek di kawasan tersebut.

Isu ini yang diduga memuci aksi massa dan mahasiswa.

Halaman
1234
Editor: Hendra Kusuma
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved