Berita Ogan Ilr

Pemadaman Karhutlah di 3 Wilayah di Ogan Ilir, Ini Kesulitan yang Dihadapi Petugas

permasalahan di lapangan masih terkait dengan peralatan yang terbatas, hingga sulitnya kondisi lapangan untuk dijangkau.

Pemadaman Karhutlah di 3 Wilayah di Ogan Ilir, Ini Kesulitan yang Dihadapi Petugas
SRIPOKU.COM/RESHA
Karhutlah Kembali Terjadi di Wilayah Ogan Ilir (OI), Api Mendekati Pemukiman Warga 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Resha

SRIPOKU.COM, INDRALAYA -- Kades Palemraya, Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir, Irham Fuadi mengakui jika pihaknya telah melakukan upaya preventif agar kebakaran hutan dan lahan (Karhutlah) dapat diminimalisir di wilayahnya. Hanya saja, setiap musim kemarau masih saja terjadi.

Irham mengatakan, di setiap kesempatan dirinya selalu mensosialisasikan agar masyarakatnya berhati-hati dengan api, sekecil apapun. Dan juga, membantu mendeteksi serta menanggulangi api sedini mungkin.

"Mulai dari Yasinan, malah tadi saat saya kondangan sudah saya himbau agar jangan membuka lahan. Malah 15 menit setelah itu, terjadi kebakaran," ujarnya saat diwawancarai, Minggu (25/8/2019).

Mendengar kebakaran tersebut, ia pun langaung meninjau lokasi tempat terjadinya kebakaran. Dimana pada hari itu, api menyentuh 3 wilayah sekaligus.

"Desa Tanjung Seteko, Desa Palemraya, dan Kelurahan Timbangan. Tapi informasi yang kita dengar, api awalnya dari Tanjung Seteko. Jadi Palemraya ini cuma kebagian apinya saja," ungkapnya.

Asap Tebal Tampak di Dekat Jalan Tol Palindra, Karhutlah Sentuh 3 Wilayah Sekaligus

Anggota Polsek Penukal Abab Terpaksa Memecahkan Kaca Mobil Innova, Temukan Narkoba dan Senjata Api

Berpenghasilan Fantastis, Penampilan Zaskia Gotik Saat Makan di Warung Sederhana Jadi Sorotan!

Tetap saja, pihaknya bersama Satgas Gabungan dan perangkat desa terkait segera berupaya memadamkan api tersebut. Diperkirakan, api melahap lahan yang mayoritasnya lahan kosong itu, seluas 12 hektar kurang lebih.

"Tapi alat kita seadanya. Masalah tangki air dari kita, kemudian selang yang ada di lapangan kurang memadai. Tapi Alhamdulillah kita masih tetap berjuang memadamkan api," jelasnya.

Hal yang sama juga dikatakan oleh Komandan Koramil 402-07/Indralaya, Kapten Tamzil. Ia mengatakan, permasalahan di lapangan masih terkait dengan peralatan yang terbatas, hingga sulitnya kondisi lapangan untuk dijangkau.

"Mobil tangki tidak bisa masuk, dan sulit dijangkau. Kemudian sumber air. Apalagi ini musim kemarau. Jadi memakan waktu untuk mencari air," ungkapnya.

Namun ia mengatakan, hal tersebut bukanlah alasan untuk tidak memadamkan api. Pihaknya bersama unsur Satgas Gabungan lain seperti Polri, Manggala Agni, BPBD hingga Masyarakat Peduli Api (MPA) tetap berjibaku agar api tidak melahap lahan yang lebih luas lagi.

"Kita selalu siaga 24 jam, standby agar api tidak mengancam perumahan penduduk," jelasnya. (mg5)

Penulis: RM. Resha A.U
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved