Berita Banyuasin

Retak dan Longsor, Jalan Desa Rantau Bayur Terancam Terisolir

Akses Jalan Desa Rantau Bayur ke Desa Tebing Abang Kecamatan Rantau Bayur, jalur pinggir Sungai Musi retak dan longsor.

Retak dan Longsor, Jalan Desa Rantau Bayur  Terancam Terisolir
SRIPOKU.COM/MAT BODOK
Akses Jalan Desa Rantau Bayur ke Desa Tebing Abang Kecamatan Rantau Bayur, jalur pinggir Sungai Musi mengalami keretakan besar. 

SRIPOKU.COM, BANYUASIN -- Akses Jalan Desa Rantau Bayur ke Desa Tebing Abang Kecamatan Rantau Bayur, jalur pinggir Sungai Musi retak dan longsor. Sehingga pengendara harus waspada dan hati-hati melintas disana, Jumat (23/8/2019).

Menurut informasi dihimpun wartawan, terjadi keretakan sehingga menyebabkan longsor sudah sepekan lamanya. Tidak ada tanda-tanda atau gesekan terjadi. Hanya saja, dibibir Sungai Musi tidak ada penahan, pembatas badan sungai. Sebab itu, kondisi jalan retak berat sepanjang ratusan meter.

"Kondisi jalan kering, dan apabila jalan terus longsor bisa-bisa jalan desa terisolir," kata pemuda Kecamatan Rantau Bayur Effri Efendi yang menyebutkan bahwa, longsor badan jalan disebabkan tergerus air sungai ketika musim banjir. Dan musim kemarau ini kondisi sepanjang jalan pinggir sungai amblas.

Effri berharap, pemerintah harus secepatnya memperhatikan jalan poros desa menuju kecamatan. Apabila lamban diperbaiki. Maka dipastikan di dua desa di Kecamatan Rantau Bayur akan terisolir berdampak pada bahan pokok sembako akan menyulitkan masyarakat.

"Tentunya jalan rusak berdampak harga kebutuhan sehati-hari mahal," tutur Effri yang meminta pemerintah harus bisa mempilah yang mana pekerjaan proyek yang harus didahulukan demi kepentingan masyarakat. Dijelaskan Effri, sebelum jalan poros desa menelan korban jiwa.

Camat Rantau Bayur Hasanul Haq membenarkan, adanya jalan desa di wilayah kecamatanya retak menyebabkan longaor. “Saya sudah tahu dari laporan masyarakat dan hal ini telah dilaporkan ke Bupati Banyuasin H Askolani SH MH, dan akan diangarkan Tahun 2020 mendatang," ujar Hasanul.

Hasnul berharap, masyarakat harus bersabar dan berhati-hati melintas di jalan yang retak. "Saya himbau masyarakat kalau tidak begitu penting tidak usah keluar pada malam hari, apalagi melintas di kawasan pinggir sungai musi yang longsor," tandasnya. 

Penulis: Mat Bodok
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved