Human Interest Story

Kisah Miris Petani Mentimun - Api Buyarkan Impian Manis Panen Raya

Diperkirakan puluhan hektar tanah yang mayoritas milik pribadi itu, terbakar habis.

Kisah Miris Petani Mentimun - Api Buyarkan Impian Manis Panen Raya
SRIPO/RESHA
Seorang petani mentimun yang bercocok tanam di Desa Bakung, Kecamatan Indralaya Kabupaten Ogan Ilir tengah mencangkul kebun timunnya yang dilalap api. Menurutnya api sudah 3 hari melalap kebun timunnya yang sebentar lagi panen. 

KEBAKARAN hutan dan lahan yang terjadi di wilayah Sumsel tidak saja membuat Satgas pemadaman berjibaku menjinakkan api. Peristiwa yang terjadi pada saat puncak kemarau ini membuat pilu petani mentimun di wilayah Desa Bakung Kecamatan Inderalaya Utara Kabupaten Ogan Ilir, Kamis (22/8).
*****
Hingga kemarin, angin deras membuat asap semakin tebal, di wilayah Desa Bakung Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir, Kamis (22/8/2019). Maklum, di atas lahan gambut tersebut sudah 3 hari terjadi kebakaran lahan. Akibatnya, asap menjadi-jadi. Meski api sudah tidak lagi timbul, namun asap masih muncul dari bawah tanah.

Pantauan Sripo di lapangan, diperkirakan puluhan hektar tanah yang mayoritas milik pribadi itu, terbakar habis. Menurut keterangan warga sekitar, Batan (37), api sudah 3 hari sebelumnya membakar habis lahan gambut di wilayah tersebut. "Sudah 3 hari, seperti inilah. Timbul asap tak berhenti-berhenti," ujarnya saat diwawancarai.

Hal yang sama dikeluhkan oleh Tedi, petani mentimun yang bercocok tanam di Desa Bakung, Kecamatan Indralaya Kabupaten Ogan Ilir. Ia mengatakan, api sudah 3 hari melalap kebun Timunnya yang sebentar lagi panen.

"Kurang lebih seperempat hektar kebun mentimun yang terbakar," ujarnya saat diwawancarai. Padahal, ia mengaku tinggal beberapa hari lagi mereka menuai hasil kebun tersebut. Sayang, mereka terpaksa mengurungkan niatnya karena kebakaran tersebut.

Akibatnya, ia menderita kerugian cukup serius karena kebakaran ini. Mulai dari hasil kebun yang seharusnya panen, kerusakan pipa penyemprot air ke tanaman-tanaman hingga pupuk tanaman tersebut. "Rugi sekitar Rp20 juta pak," keluhnya.

Ia berharap, pemerintah memperhatikan nasibnya dan beberapa korban lain yang mengalami kerugian akibat kebakaran tersebut. Sebab, mereka tak bisa memanen kebun mereka saat ini karena musibah itu. "Kami harap bantuan pemerintah, memerhatikan nasib kami," jelasnya.

Kabupaten Ogan Ilir kembali mengalami kebakaran lahan di beberapa titik, Kamis (22/8/2019). Dimana, beberapa Desa di Bumi Caram Seguguk itu, mulai timbul asap putih.

Pantauan di lapangan, api nampak di beberapa titik yang berdekatan Jalan Tol Palembang Indralaya. Seperti di Desa Pulau Semambu, dan Talang Pangeran.

Tidak hanya itu, beberapa titik juga timbul asap putih. Seperti di Desa Bakung Kecamatan Indralaya Utara, lahan gambut masih terus berasap meski tidak ada lagi api.

Namun, titik baru juga muncul di Desa Lorok, kecamatan yang sama. Api pun berkobar pada Kamis (22/8/2019) sore.

Halaman
12
Penulis: RM. Resha A.U
Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved