Wawancara Eksklusif

Triknya Pasang Pompa di Tengah Sungai

Muka air terendah di Sungai Ogan saat kemarau tercatat hanya 40 cm, sedangkan di Sungai Musi muka air terendah diangka 120 cm.

Triknya Pasang Pompa di Tengah Sungai
ISTIMEWA
Ilustrasi 

DEBIT Sungai Musi dan Sungai Ogan yang turun saat musim kemarau mempengaruhi produktivitas Perusahaan Daerah Air Minum Daerah (PDAM) Tirta Musi Palembang. Muka air terendah di Sungai Ogan saat kemarau tercatat hanya 40 cm, sedangkan di Sungai Musi muka air terendah diangka 120 cm. Bagaimana PDAM Tirta Musi menjaga produksi air ke pelanggan dengan kondisi musim kemarau seperti ini. Berikut petikan wawancara, bersama Direktur Utama PDAM Tirta Musi Andi Wijaya Senin (19/8/2019).

Bagaimana produksi PDAM Tirta Musi saat musim kemarau sekarang?
Dari sisi produksi tak mengalami masalah, karena debit air turun pada waktu waktu tertentu dalam kurun 3-4 jam lamannya. Begitu air sedang mengalami kenaikan kami melakukan produksi.

Apa dampak adanya debit air sungai menurun?
Produksi yang seharusnya bisa dilakukan 24 jam karena diwaktu tertentu air sungai mengalami penurunan selama 4 jam sehingga diwaktu tersebut pihaknya tak melakukan produksi.

Intake mana saja pak yang mengalami debit sungai turun?
Tidak semua IPA mengalami penurunan debit air. Hanya dua IPA yang mengalami debit air turun yakni IPA Karang Anyar dan IPA Ogan.

Daerah mana saja yang mengalami dampaknya? Apa saja dampaknya dari adanya penurunan debit air sungai ini?
Talang Jambe, Sukarame, Gandus Talang putri (Plaju), Mata merah Sukawinatan, Sako, Tegal Binangun dan Karya jaya. Dampaknya diwaktu debit air sedang turun pendistribusian air ke pelanggan bisa dihentikan sementara.

Kapan waktunya pihak Anda menghentikan pendistribusian air ?
Waktunya tak tentu terkadang debit air turun pada pukul 19.00 sampai 21.00 sekarang debit air sungai mulai turun pukul 16.00. Jadi polanya sungai kita ini waktunya berbeda saat debit air turun.

Berapa produksi air PDAM tiap bulannya?
Dari Sungai Ogan air yang kita produksi sebanyak 2.300.000 m3 tiapnya bulannya. Sedangkan di Sungai Musi sebanyak 6.800.000 m3 tiap bulannya. Ada kehilangan sebanyak 3 persen akibat air tumpah atau air berlumpur.

Apa solusi untuk mengatasi persoalan ini?
Kami akan memasang pompa di badan sungai. Hal ini sudah kami lakukan di sungai Ogan saat memenuhi kebutuhan air Asian Games 2018. Meski debit air turun pihaknya tetap bisa melakukan produksi air. Sebab aliran pompa dipasang lebih dalam sejauh lima meter dari permukaan air. Rencananya dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan hal yang sama di Sungai Musi. Pihaknya akan memasang pompa ke badan sungai sejauh tiga meter lagi dari permukaan sungai. Sehingga saat air sedang turun pihaknya masih bisa melakukan produksi air.
Solusi lainnya yakni melakukanmencari kebocoran aktivitas, pemeliharaan pompa, kordinasi PLN, Sosialisasi penghematan air kepada pelanggan Call center 0712355222.

Bagaimana kawasan ujung yang tak kebagian air karena adanya penurunan debit air ini?
Kalau dua hari daerah tak dialiri air akan dibantu air melalui truk tangki ke daerah tersebut secara gratis. Tapi pelayanan ini diberikan melalui kordinasi unit unit PDAM di kawasan masing masing. (axl)

Penulis: Yandi Triansyah
Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved