Berita Palembang

Kebakaran Lahan Belum Bisa Ditanggulangi, Pemprov Ajukan Bantuan Teknologi Modifikasi Cuaca

Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Selatan terus mendesak agar dapat dibantu Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) dari BPPT

Kebakaran Lahan Belum Bisa Ditanggulangi, Pemprov Ajukan Bantuan Teknologi Modifikasi Cuaca
SRIPOKU.COM/RESHA
Kebakaran yang terjadi di wilayah Indralaya Utara, tepatnya di titik 13 Km Jalan Tol Palembang - Indralaya, Senin (5/8/2019). 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Rahmaliyah

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Sudah hampir satu pekan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Desa Muara Medak, Kecamatan Bayung Lincir belum kunjung padam. Sulitnya untuk mendapatkan sumber air dan jauhnya akses lokasi menjadi penyebab lamanya proses pemadaman.

Terlebih, berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), puncak kemarau masih kemungkinan berlangsung Agustus-September.

Oleh karenanya Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Selatan terus mendesak agar dapat dibantu Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) dari BPPT.

Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru mengatakan, Pemprov akan mengajukan kembali TMC jika selama selang waktu satu sampai dua hari kedepan kebakaran belum bisa ditanggulangi.

"Hasil tinjauan kalau masih terbakar saya rembuk dengan Forkompinda, walaupun kondisi Karhutla di Sumsel belum segawat di daerah lain, tetapi jika masih tetap terbakar harus minta rekayasa cuaca. Karena bahan bakunya bukan garam saja tapi juga perlu kondisi awan yang mengandung air," ungkapnya, Katanya, Rabu (21/8/2019).

Selain itu, pihaknya sudah menurunkan personil baik dari unsur OPD maupun pihak terkait untuk fokus memadamkan kebakaran lahan di Muara Medak tersebut.

"saya akan turunkan kembali tim agar pemadaman bisa tuntas,” jelasnya.

Sejauh ini, menurutnya tim dilapangan sudah berupaya maksimal bahkan sekat bakar, sekat basah dan sekat kanal sudah dilaksanakan dan ada sebagian yang sudah berhasil membatasi meluasnya api.

“Ada juga yang belum berhasil, itu akibat angin kencang, sehingga api meloncati sekat bakar yang sudah dibuat. Hasilnya api terus menjalar,” jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Rahmaliyah
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved