Dua Balita Meninggal Akibat Diare Di Banyuasin, Pemkab Siapkan Bantuan Darurat Air Bersih

Dua orang anak balita di Desa Sungsang 2 Kecamatan Banyuasin II Kabupaten Banyuasin, dinyatakan meninggal dunia, dan tiga orang balita masih dalam per

Dua Balita Meninggal Akibat Diare Di Banyuasin, Pemkab Siapkan Bantuan Darurat Air Bersih
SRIPOKU.COM/MAT BODOK
Kadiskes Banyuasin dr H Mgs M Hakim MKes merawat dan memberikan bantuan kepada pasien. 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Mat Bodok 

SRIPOKU.COM, BANYUASIN -- Dua orang anak balita di Desa Sungsang 2 Kecamatan Banyuasin II Kabupaten Banyuasin, dinyatakan meninggal dunia, dan tiga orang balita masih dalam perawatan. Balita tadi, diserang penyakit diare.

Kedua balita tadi yakni, Delia (6 bulan) anak dari pasangan Doni dan Maria dan Teguh (9 bulan) anak dari pasangan Angga dan Zumi keduanya warga lorong Indrawati Laut Desa Sungsang 2 Banyuasin. Kedua anak tak berdosa ini, sebelum meninggal dunia sempat dirawat di bidan dan puskesmas.

Untuk pasien yang masih dalam perawatan yaitu, Dimas Saputra (4), M Martin (1,3) anak pasangan Samsul dan Asni warga lorong Sungai Bener RT 3 Desa Sungsang 1, dan M Alfarizi Shagufta Mekka (2,10) anak pasangan Zainal dan Ratna warga lorong Sinar Desa Suangsang 1.

Jadi Pembina Upacara Pramuka,Askolani Berharap Pramuka Banyuasin Bisa Bangkit dan Berenergi

Diberhentikan Secara Sepihak, Pekerja PT TBL Datangi DPRD Banyuasin Minta Perlindungan

Polairud Gagalkan Peredaran Narkotika Jenis Sabu Jalur Sungai Sembilang Desa Sungsang Banyuasin

Bupati Banyuasin H Askolani SH MH, Rabu (21/8/2019) menghimbau, seluruh lapisanan masyarakat untuk menjaga kebersihan di musim kemarau ini. Sebab, sekarang ini penyakit diare jangan dianggap sepele. Bisa merenggut nyawa jika terlambat mendapatkan pertolongan medis.

"Gangguan pencernaan seperti diare sudah menjadi penyakit umum. Kendati demikian, jangan pernah dianggap sepele. Sebab membahayakan dan apabila terjangkit segera dibawa ke puskesmas atau rumah sakit terdekat," kata Askolani jangan sampai mengulur-ulur waktu untuk mendapatkan perawatan medis.

Sebab itu, Bupati Banyuasin akan menyediakan bantuan darurat penanggulangan air bersih di wilayah Sungsang. Karena diare bisa menyebabkan kematian. "Di Sungsang ada 2 orang anak meninggal dunia diakibatkan penyakit diare," sebut Askolani.

Untuk itu, tim kesehatan Banyuasin turun untuk memberikan pelayanan bantuan suban gizi bagi anak balita. "Ya, sekarang tim kesehatan sudah meluncur ke Sungsang Banyuasin II. Untuk mengecek kondisi kesehatan balita dan warga di sana," tutur istri dari dr Sri Fitriyanti Askolani.

Sementara itu, Kadiskes Bayuasin dr H Mgs M Hakim MKes mengakui, bahwa kini tim medis sudah berada di lokasi Desa Sungsang 1 dan 2. Guna pelayanan dan pencegahan serta pengobatan terhadap pasien penyakit diare. Kini diupayakan semangsimal mungkin sembuh.

Banyuasin Siagakan Personil Gabungan Pencegahan Karhutlabun

Modusnya Sempat Gagal, Begini Sadisnya Tika Herli Bunuh Ibu & Anak di Pagaralam, Kini Divonis Mati

Disebutkan Hakim, kronologis penyakiy diare yang menimpa korban meninggal dunia seperti, Delia 6 bulan mengalami panas dan diare disertai muntah. Diarenya cair sampai 4 kali, sedangkan muntah 3 kali disertai dengan keluar cacing dari muntahan.

Kedua pasien sempat dibawa oleh orang tuanya ke bidan dan diberikan obat sirup. Setelah minum obat, pasien masih mengalami muntah dan diare. Walaupun sudah dibawa ke dokter dan puskesmas pasien disarankan bawa ke rumah sakit. Namun tidak dapat diselamatkan.

"Kondisi mata pasien sudah cekung, turgor kulit jelek, dan infusan tidak dapat masuk di pembuluh darah," ujar Hakim seraya berucap bahwa tiga pasien yang masih dalam perawatan, sudah sedikit membaik.

Penulis: Mat Bodok
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved