Berita Muba

Karhutla Bayung Lencir Muba, Wabup Beni Hernedi Minta Tambahan Water Bombing

Pemerintah Kabupaten Muba mengharapkan bantuan udara dalam hal ini Water Bombing dalam memadamkan Fire Spot di Desa Medak.

Karhutla Bayung Lencir Muba, Wabup Beni Hernedi Minta Tambahan Water Bombing
SRIPOKU.COM/FAJERI RAMADHONI
Tangani Karhutla Bayung Lencir, Wabup Muba Beni Hernedi Minta Tambahan Water Bombing 

Laporan wartawan Sripoku.com, Fajeri Ramadhoni

SRIPOKU.COM, SEKAYU - Semakin meluasnya Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Desa Muara Medak Kecamatan Bayung Lencir Kabupaten Muba sejak Senin (12/8/19) lalu.

Pemerintah Kabupaten Muba mengharapkan bantuan udara dalam hal ini Water Bombing dalam memadamkan Fire Spot di Desa Medak.

Wakil Bupati Muba, Beni Hernedi mengatakan saat ini kondisi Fire Spot yang ada terus meluas dikarenakan kondisi angin yang kencang membuat api mudah membesar.

Pihaknya mengharapkan bantan udara lebih banyak dalam menanggulangi Karhutla di Desa Muara Medak.

"Ya, kemarin saya sudah kelapangan bersama Dansatgas, Danrem, dan Lanud. Saya minta penambahan operasi udara yakni Water Bombing. Angin sangat kencang dilokasi yang terbakar sehingga menyulitkan tim untuk memadamkan api," kata Beni, Jumat (16/8/19).

Pemilihan Direktur Polsri 2020-2024; Orang Luar Boleh Calonkan Diri, Ada 34 Calon Direktur

Kekeringan Mematikan, Puluhan Juta Jiwa Terancam Bencana #DermawanAtasiKekeringan

Iptu Sugito, Komandan Upacara Penurunan Bendera Peringatan HUT RI ke 74 di Pemkab Musirawas

Diungkapkannya, lahan yang terbakar merupakan wilayah Hutan KPH Mendis Lalan Dusun 5 desa Muara Medak, yang merupakan akses melewatinya dari Jambi, izin usaha kehutanan :kemitraan khusus dgn PT . Hutan Bumi Lestari (HBl).

"Lahan yang terbakar estimasinya kurang lebih sudah 700 hektare, lahan yang terbakar merupakan lahan gambut. Disana air tidak ada dan kering sekitarnya sehingga sulit bagi pompa mencari air untik di siramkan ketitik api,"ungkapnya.

Dalam mengatasi Fire Spot, Ketua DPC PDI Perjuangan ini sangat mengharapkan bantuan pompa, selang air panjag, dan alat berat.

"Tim dilapangan sangat membutuhkan selang panjang dan pompa air mengingat sumber air yang sangat minim, belum lagi kondisi api yang jaraknya jauh. Tim dilapangan juga membutuhkan alat berat pada beberapa titik untuk pembuatan sekat bakar, membuat kanal embung untuk di isi air pompa,"tambahnya.

Sempat Idap Kanker Ovarium dan Sembuh, Shanaz Haque Ubah Pola Hidup, Stop Simpan Makanan di Kulkas!

Pedangdut Karawang Jebolan Bintang Pantura Indonesia Dila Erista Hibur Juragan Mitsubishi Sumsel

Mahasiswi Kedokteran Unsri Etna Dwi Julia Dimakamkan di Banten Plaju, Orangtuanya Dokter di Lampung

Disinggung mengenai Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Kecamatan Bayung Lencir, Beni mengungkapkan bahwa saat ini kondisi udara masih bagus.

Pihaknya melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mulai hari ini akan memasang alat ukur polusi udara.

"Udara di Bayung Lencir saat ini masih aman, selain itu kita juga sudah mempersiapkan antisipasi terburuk termasuk evakuasi warga sekitar. Kemarin kami gelar pertemuan dengan kadus setempat untuk mempersiapkan apabila perlu warga mengungsi, masker juga dibagikan dan penambahan tenaga medis serta ambulance mulai hari ini akan menuju lokasi terdampak,"jelasnya.

Penulis: Fajeri Ramadhoni
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved