Pemanfaatan Kerbau Rawa Dapat Tekan Karhutla di Sumsel

Keberadaan kerbau rawa ternyata dapat menekan terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Sumsel

Penulis: Odi Aria Saputra | Editor: Welly Hadinata
Sripoku.com/odi aria
Gerombolan kerbau di rawa swamp Buffalo Center di Rambutan Banyuasin, Kamis (15/8/2019) 

Laporan wartawan sripoku.com,  Odi Aria

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-- Keberadaan kerbau rawa ternyata dapat menekan terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Sumsel. Maka itu Badan Restorasi Gambut (BRG) bersama Pemprov Sumsel melakukan kembang biak kerbau rawa yang saat ini sudah dilakukan di Kecamatan Rambutan Kabupaten Banyuasin.

Kepala BRG Pusat, Ir Nazir Foead mengatakan BRG terus berupaya memaksimalkan menjaga dan pengelolaan lahan gambut, terlebih di Sumsel yang tercatat sekitar 20 persen dikelilingi lahan gambut.
Upaya pengelolaan lahan gambut ini diimplementasikan dengan pengembang biakan kerbau rawa.

"Jadi kalau petani di banyak area rawa dapat kembangbiakan kerbau rawa dengan baik, masyarakat jadi produktif dengan hasilnya maka tak ada lagi yang membakar lahan," ujarnya di sela mengunjungi Swamp Buffalo Center di Rambutan Banyuasin, Kamis (15/8).

Menurutnya, keberadaan swamp buffalo center juga dapat menjadi andil meningkatkan kesejahteraan warga peternak kerbau khususnya di wilayah Rambutan Banyuasin.

Untuk pengembangan fasilitas buffalo center ini BRG Pusat akan memetakan alokasi anggaran dan akan di support Pemprov Sumsel melalui dana APBD.

" Swamp buffalo center ini satu-satunya di Indonesia jadi harus kita tingkatkan fasilitasnya untuk jadi percontohan. Buffalo center ini juga bisa menjadi pusat destinasi wisata yang diminati masyarakat luas," tegasnya.

Peneliti Kerbau Rawa dari Universitas Sriwijaya, Arfan Abrar menyebutkan saat ini populasi kerbau rawa di Sumsel cukup terancam, dari 2010 tercatat ada 15 ribu kerbau rawah dan di tahun 2019 tinggal sekitar 10 ribu kerbau rawah.

Di Sumsel ada tiga wilayah tempat kerbau rawa yakni Pampangan OKI, Rambutan Banyuasin, dan Tanjung Senai OI.

"Populasinya kian menurun. Jadi memang perlu kembang biak populasi kerbau rawa. Keberadaan swamp buffalo center ini sangat efektif," ungkapnya.  

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved