Dari Banner Bekas Di Tangan Wanita Ini Terciptalah Tas Cantik, Tersedia di Sriwijaya EXPO

Di tangan Gita Riska, banner bekas tak terpakai berubah menjadi berbagai tas yang menarik dan memiliki nilai jual

Penulis: Jati Purwanti | Editor: Budi Darmawan
SRIPOKU.COM/Jati
Tas dari banner bekas yang ada di booth Sriwijaya Craft yang di Sriwijaya Expo 2019, Kamis (15/8/2019). 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Jati Purwanti 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Siapa sangka sisa banner bekas bisa menjadi barang bernilai ekonomi setelah dikreasikan dalam bentuk tas cantik.

Di tangan Gita Riska, perempuan yang memiliki bisnis membuat kerajinan sejak 2104 lalu ini memanfaatkan banner bekas tak terpakai dari usaha percetakan milik suami menjadi tas yang menarik. Upayanya menyulap banner bekas ini pun membuahkan respon positif dari masyarakat Palembang. Pesanan pun mulai banyak berdatangan, baik untuk pesanan dalam jumlah kecil maupun partai besar misalnya untuk suvenir pernikahan.

"Sebenarnya baru dua bulanan ini iseng memanfaatkan banner bekas. Sayang saja kalau dibuang. Kebetulan juga saya suka membuat benda kerajinan," jelas Gita di booth Sriwijaya Craft yang ada Sriwijaya Expo 2019, Kamis (15/8/2019).

Tas berbahan banner ini ditawarkan mulai dari Rp35 ribu hingga Rp150 ribu tergantung ukuran dan kerumitan pembuatan serta motif yang ditawarkan. Bentuk tasnya pun beragam mulai dari waist bag yang tengah digandrungi berbagai kalangan dan juga bentuk tas tangan dan tas selempang.

Selain menggunakan sisa banner dari usaha percetakan sang suami, Gita pun tak jarang menggunakan banner yang tak lagi dipakai dari calon legislatif.

Menurutnya, ketimbang menjadi polusi visual, banner-banner tersebut lebih baik dipakai sebagai bahan baku membuat produk yang memiliki nilai jual.

"Saya juga menampung banner bekas dari masyarakat karena kalau pesanannya banyak memang butuh banner lebih banyak. Beberapa waktu lalu pernah terima pesanan 100 pcs tas untuk suvenir pernikahan," kata Gita.

Diakuinya untuk di Indonesia khususnya di Palembang memang produk kerajinan dari banner bekas ini belum populer seperti di luar negeri. Hal tersebut karena masih banyak masyarakat yang belum sepenuhnya menyadari tentang bahaya sampah plastik yang sulit terurai.

"Sembari berbisnis, saya juga ingin mengampanyekan tentang gaya hidup minim sampah (zero waste). Bisnis jalan usaha membuat bumi menjadi tempat yang nyaman juga jalan." ujarnya.(mg3)

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved