Berita Musirawas

Waspada Karhutla, Kapolres Musirawas Himbau Bakar Sampah untuk Ditunggu

Memasuki Musim kemarau Polres Musi Rawas mengimbau kepada masyarakat Kabupaten Musi Rawas dan Musi Rawas Utara untuk tidak membakar lahan.

Waspada Karhutla, Kapolres Musirawas Himbau Bakar Sampah untuk Ditunggu
SRIPOKU.COM/DOKUMEN
Kapolres Musirawas AKBP Suhendro terjun langsung membersihkan pekarangan Mesjid Agung Darussalam.Kapolres Mura Himbau Bakar Sampah Untuk Ditunggu 

Kapolres Musirawas Himbau Bakar Sampah Untuk Ditunggu

SRIPOKU.COM, MUSIRAWAS - Memasuki Musim kemarau Polres Musi Rawas mengimbau kepada masyarakat Kabupaten Musi Rawas dan Musi Rawas Utara untuk tidak membakar lahan.

Kapolres Musi rawas AKBP Suhendro mengatakan melalui seluruh jajarannya, baik itu anggota yang ada di polres maupun jajaran di polsek dan para Bhabinkamtibmas telah memberikan himbauan.

"Kepada warga masyarakat dikabupaten Musi Rawas dan Musi Rawas Utara untuk senantiasa waspada akan terjadinya kebakaran hutan dan lahan," kata Suhendro pada wartawan, Rabu (14/8/2019).

Menurutnya, apabila terjadi kebakaran sedikit saja karena musim kemarau membuatnya cepat merambat, untuk itu kewaspadaan harus lebih di tingkatkan lagi.

Arpan Irawan Baru Menyerah Ketika Dipepet Polisi; Jual Mobil Kreditan, Buat Laporan Mobil Digelapkan

Ekspresi tak Terduga Galih Ginanjar Saat Barbie Kumalasari Ketahuan Lakukan Ini Pada Kriss Hatta

Upacara HUT Pramuka di Rupit Muratara, Warga dan Tukang Pasang Tenda Sempat Bersitegang di Lapangan!

Pak Tolong, Seorang Pria Tua Diduga Jadi Korban Tabrak Lari di Jalan AKBP Cek Agus Salim Palembang

"Misalkan untuk tidak membuang sisa puntung rokok di sembarang tempat khususnya pada saat dikebun atau di ladang. Apabila membakar sampah setelah di bakar untuk ditunggui dan jangan langsung pergi meninggalkan lokasi," paparnya.

Suhendro pun meminta kepada anggota yang bertugas dilapangan untuk giat melaksanakan patroli dan sosialisasi tentang KARHUTLA dan sanksi saksi yang akan di terima oleh masyrakat apabila tetap melanggar, salah satunya yaitu UU nomor 41 tahun 1999 tentang kehutanan pasal 78 ayat (3).

“Barang siapa dengan sengaja membakar hutan, di ancam dengan pindana penjara paling lama 15 tahun dan dendan maksimal Rp 5 Miliar," ujarnya.(Eko/TS)

Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved