Tanpa Ada Sanksi Tegas, Truk Angkutan Kayu Leluasa Masuk Kota Pangkalan Balai

Kendaraan truk angkutan kayu gelondongan, bebas melintas masuk dalam Kota Pangkalan Balai Kabupaten Bayuasin. Sehingga kerap kali menyebabkan kemaceta

Tanpa Ada Sanksi Tegas, Truk Angkutan Kayu Leluasa Masuk Kota Pangkalan Balai
SRIPOKU.COM/MAT BODOK
Salah satu kendaraan truk angkutan kayu gelondongan parkir sembarangan, sehingga menutupi jarak pandang pengendara, dan terjadi tabrakan antara sepeda motor di Jalan Lingkar Pemkab Banyuasin. 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Mat Bodok

Truk Angkutan Kayu Lelusa Masuk Kota Pangkalan Balai

SRIPOKU.COM, BANYUASIN -- Kendaraan truk angkutan kayu gelondongan, bebas melintas masuk dalam Kota Pangkalan Balai Kabupaten Bayuasin. Sehingga kerap kali menyebabkan kemacetan.

Tingginya permintaan kayu di wilayah Kota Pangkalan Balai, Banyuasin hingga membuat pelaku bisnis kayu yang mendirikan sawmill kayu makin menjamur, Rabu (14/8/2019).

Seperti di Jalan Talib Wali Keluharan Pangkalan Balai depan Kantor KPU Banyuasin, depan Mapolsek Pangkalan Balai, dan Jalan Lingkar Pemkab Banyuasin, tampak truk mengangkut kayu gelondongan beriring- iringan menuju sawmil, pabrik kayu jadi di kawasanan Banyuasin III.

Pemandangan seperti ini, setiap hari kayu gelondongan dari luar kabupaten maupun dalam perkebunan warga masuk ke Banyuasin. Tanpa Ada sanksi tegas dari pihak kepolisian akan angkutan kayu gelondongan. Truk angkutan kayu juga, sembarangan parkir sehingga menyebabkan kecelakaan.

"Kayu ini pesanan dari pengusaha sawmil dan kayu gelondongan itu akan dijadikan papan, balok rumah, kusen dan lain-lain," kata warga Pangkalan Balai yang meminta namanya tidak disebutkan.

Masih kata warga, asal dari mana kayu itu, warga tidak tahu sama sekali. Legal atau ilegal.

"Katanya menebang kayu tidak boleh. Tangkap polisi. Namun, truk angkutan kayu melintas di depan kantor polisi sebentarpun tidak dihentikan," tutur warga yang mengeluh truk angkutan kayu menyebabkan kerusakan jalan kelurahan.

Mudahnya pasukan kayu, masuk ke pabrik, soumil semakin marak angkutan kayu masuk dalam kota kabupaten. Bahkan soumil terus menjamur di wilayah Pangkalan Balai. Tanpa pendataan dan tindakan oleh aparat kepolisian maupun pemerintah.

"Jelas pengusaha sawmil, pabrik tidak mengantongi izin lingkungan, Amdal sekitar " ungkap warga yang akan meminta kepada perkumpulan masyarakat. Dalam hal ini Jaringan Pendamping Kinerja Pemerintah (JPKP) Kabupaten Banyuasin, untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat.

"Di Pangkalan Balai banyak sawmil kayu, tapi kalau beli kayu masih saja mah," tegasnya yang kecewa sama aparatur negara yang memberikan ruang gerak pabrik kayu dalam Kota Pangkalan Balai. Warga khawatir truk angkutan kayu yang lalu lalang melintas akan berakibat fatal terhadap penguna jalan.

Terpisah Dinas PUTR Banyuasin melalui Kasi Tata Ruang Heru mengatakan, untuk pabrik skala besar di Kota Pangkalan Balai tidak boleh didirikan dan beroperasi karena menyalahi Perda rencana tata ruang wilayah (RTRW). "Tidak boleh pabrik skala besar," kata Heru kepada wartawan.

Seperti diketahui pengusaha sawmil kayu yang menjual berbagai jenis kayu dimulai dari kayu racuk hingga berkelas diduga banyak yang belum mengantongi izin lokasi. Hanya sayangnya Heru bungkam terkait izin soumil di wilayah Pangkalai Balai.

"Yo, ado tapi liat kalasitasnyo, kalo kecik cukup sppl, kalo besak ukl upl atau amdal," jelas Heru melalui WathsApp.

Penulis: Mat Bodok
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved