Berita Palembang

Saat Haul ke-19 Ki HA Malik Tadjuddin, Yayasan Al Kautsar Berencana Bangun SMK NU Tahun 2020

Seribuan undangan melafadzkan ayat-ayat suci Alquran membacakan Yasin, Tahlil, Khotaman Al-Qur'an bersama Santri Ahlul Qur'an.

Saat Haul ke-19 Ki HA Malik Tadjuddin, Yayasan Al Kautsar Berencana Bangun SMK NU Tahun 2020
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Kgs HA Nawawi Dencik Al Hafidz memandu Khotaman Al-Qur'an didampingi SMB IV Fauwaz Diraja, Dato Sri DR H Ramli Sutanegara SH MSi, Kepala SMP/SMA NU Ir Ahmad Dailami Malik Tadjuddin selaku Ahlul Bait. 

Laporan wartawan sripoku.com, Abdul Hafiz

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Suara merdu lantuan Khotaman Alquran yang dipandu Kgs HA Nawawi Dencik Al Hafidz (imam besar/ketua peribadatan Masjid Agung SMB 1 Palembang) bersama santri ahlul quran mengiringi Haul ke-19 Ki HA Malik Tadjuddin di Komplek Ma'had Islamy atau SMP Islamy Jl Faqih Usman 1 Ulu Samping Masjid Al Kautsar Palembang, Rabu (14/8/2019).

Pada peringatan Haul ke-19 Ki HA Malik Tadjuddin (Pelopor & Pendiri Sekolah NU Palembang, Pendiri MI Ma’had Islamy Palembang, Pendiri SMP Islamy Palembang) dihadiri SMB IV Fauwaz Diraja Dato Sri DR H Ramli Sutanegara SH MSi, Kepala SMP/SMA NU Ir Ahmad Dailami Malik Tadjuddin selaku Ahlul Bait, dan diisi tausiah ustadz KH Kgs Syafei Yunus.

Seribuan undangan melafadzkan ayat-ayat suci Alquran membacakan Yasin, Tahlil, Khotaman Al-Qur'an bersama Santri Ahlul Qur'an Pimpinan Al Ustadz Kgs HA Nawawi Dencik Al Hafidz (Imam Besar Masjid Agung SMB II Palembang).

"Syukur Alhamdulillah atas kehadiran semua tamu undangan. Ada SMB IV Fauwaz Diraja, sesepuh ahlul bait dan sesepuh kesultanan Dato Sri DR H Ramli Sutanegara SH MSi. Saya juga mau menyampaikan rencana Insya Allah tahun depan akan mengembangkan pendidikan dengan membangun SMK NU Al Kautsar wakaf dari keluarga almarhum H Muhammad Yasin Ali di atas lahan 2.000 m2 lebih. Meneruskan wakaf almarhum. Identitasnya jangan sampai hilang. Jurusannya otomotif dan kelistrikan. Rencana tahun 2020. Kenapa pake NU. Kalau ngajuke bantuan mudah dibantu. Izin mang Ali," ungkap Kepala SMP/SMA NU Ir Ahmad Dailami Malik Tadjuddin selaku Ahlul Bait.

Dailami mengatakan dirinya meneruskan amanat almarhum Ki HA Malik Tadjuddin mengelola SMP/SMA NU Jl A Yani mendapat barokah kemajuan pesat.

Panitia Pemilihan Direktur Polsri Membuka Kesempatan Calon dari Luar Kampus Polsri untuk Mendaftar

Meriahkan Upline Festival 2019 di PSCC, 3 Artis Ini akan Naik Mobil Suzuki Ertiga Varian Terbaru

Sriwijaya FC Puncaki Klasemen Sementara Liga 2 Dengan Perolehan 21 Poin Menggeser PSMS Medan

Dari 13 kelas menjadi 31 kelas. Dari 400 siswa menjadi 1.016 siswa SMP dan dari 200 menjadi 500 siswa SMA. Dalam jangka waktu enam tahun. Naik 300 persen SMP, SMA naik 200 persen.

"Karena niat tadi meneruskan amanat wakaf orangtua kita. SMP full gratis. Kalau siswa SMA dari gartis SPP, ada yang Rp 50 ribu hingga Rp 150 ribu per bulan SPPnya. Dengan nawaitu bismillah," ujarnya.

Dato Sri DR H Ramli Sutanegara SH MSi mengatakan ada satu hal yang paling menarik bahwa Yayasan Al Kautsar seperti diketahui di Jerman itu pendidikan sarjana sudah dikurangi. Jadi mengarah ke spesialisasi.

"Sebab mengarah ke era industri kita mengharapkan di tahun 2025 Indonesia ini sudah bisa mengarah industri. Karena itu pendirian SMK harus disambut dengan baik. Kita mengharapkan pihak pemerintah dapat memberikan dukungan penuh bagi terbentuknya SMK-SMK. Titik berat kita spesialisasi melalui SMK ini. Yang kedua, tentu tradisi haul ini bisa diikuti pihak lain terhadap orangtuanya, tokoh masyarakat untuk menjadi suri tauladan bagi penerus," kata Dato Sri DR H Ramli Sutanegara SH MSi.

H Rozali putra HM Yasin Ali mengatakan memang lahan yayasan ini diwakafkan oleh orangtuanya.

"Orangtua saya meneruskan orangtua dia dulu HM Ali dan diteruskan HM Yasin Ali orangtua saya mewakafkan lahan ini untuk kemajuan kampung ini. Karena mereka berasal dari sini. Kebetulan kita ada lahan tanah dari H Abdul Aziz ini kita jadikan pendidikan, pengembangan agama, terutama agama Islam," kata H Rozali.

Dijelaskannya, orangtuanya dulu pernah membuka sekolah diniyah. Berhubung Al Kautsar ini pendidikannya belum jalan, jadi digabung dengan Ma'had Islamy. Karena Almarhum Malik Tadjudin itu juga masih keluarga kita juga. Memang orangtua saya dulu kuat membantu mengembangkan Islam walaupun berasal dari usaha dagang. (Abdul Hafiz)

Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved