Berita Palembang

Pria di Palembang Ini Tergiur Motor Murah di Facebook, Akibatnya Uang Rp 6 Juta Raib Seketika

Pria di Palembang Ini Tergiur Motor Murah di Facebook, Akibatnya Uang Rp 6 Juta Raib Seketika

Pria di Palembang Ini Tergiur Motor Murah di Facebook, Akibatnya Uang Rp 6 Juta Raib Seketika
SRIPOKU.COM/ANDI WIJAYA
Pria di Palembang Ini Tergiur Motor Murah di Facebook, Akibatnya Uang Rp 6 Juta Raib Seketika 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Tergiur harga murah iklan kendaraan di media sosial Facebook, malah membuat Erlan Adi Sucipto (48) warga Lorong Perguruan, Kelurahan Plaju Ulu Kecamatan Plaju Palembang harus kehilangan uangnya sebesar Rp 6 juta.

Erlan menuturkan kejadian tersebut, berawal saat dirinya iseng-iseng melihat media sosial Facebook, namun tanpa sengaja melihat iklan kendaraan mobil dan motor yang harganya sangat murah karena iklan tersebut memberikan diskon yang besar hingga harga yang ditawarkan murah.

Waktu saya lihat harganya sangat murah yakni untuk kendaraan Daihatsu Grand Max dengan harga Rp 30 juta dan Yamaha NMax Rp 5 juta," ungkapnya kepada petugas piket Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang, Rabu (14/8/2019).

TTM Jadi Pusat Olahraga, Peringati HUT Kemerdekaan RI Pejabat OKU Timur Dilarang Tinggalkan Wilayah

Inilah 5 Manfaat Air Kelapa untuk Kecantikan Kulit, Membuat Kulit Awet Muda & Hilangkan Flek Hitam

Resmi, Adik Marc Marquez Urung Naik Kelas ke MotoGP pada Musim 2020

Kemudian, korban pun bertukaran nomor hingga berlanjut kesepakatan untuk mentransferkan sejumlah uang sebagai tanda jadi kendaraan yang diinginkan tersebut.

"Sebagai tanda jadi saya diminta untuk mentransferkan uang Rp 6 juta ke rekening BRI atas nama Deby Apriani," katanya.

Awalnya korban tidak percaya dengan terlapor, namun terlapor mencoba meyakini pelapor kalau dia merupakan anggota polisi serta mengirimkan beberapa foto-foto kendaraan yang diinginkan pelapor tersebut.
Lantas pelapor mentransferkan uang tersebut melalui mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) depan Alfamart Plaju Palembang pada Kamis (9/8/2019) sekitar pukul 09.00.

"Usai mentransferkan uang tersebut, saya kemudian menelpon terlapor dan dia bilang barang akan segera dikirim," bebernya.

Namun beberapa jam kemudian, terlapor menelpon pelapor meminta mentransferkan uang Rp 6 juta lagi untuk keperluan berkas kedua kendaraan tersebut.

"Saya kemudian transfer ke rekening terlapor pak tapi berbeda nama dengan yang awal pak yakni atas nama Rej rekening BRI," katanya.

Kemudian terlapor kembali menelpon pelapor untuk mentransferkan uang kembali, tapi ditolak oleh pelapor karena tidak sesuai dengan kesepakatan awal.

VIRAL Video Aksi Bully pada Seorang Kakek Tunawisma, Terungkap Kisah Pilu Kehidupannya Selama Ini!

Kabarnya Hidup Mewah di Amerika, Terkuak Kondisi Asli Pelawak Doyok Sudarmadji Sekarang

Piala Super Eropa Liverpool Vs Chelsea - The Blues Lebih Perkasa

"Ya pak saya mulai curiga Disini karena dia meminta lagi uang ke saya lagi tapi tidak saya penuhi dan saya mencoba menghubungi terlapor tidak aktif-aktif lagi pak," ungkapnya.

Padahal kendaraan yang dipesan tersebut bakal dipergunakan sebagai penunjang operasional pekerjaan di lapangan.

"Ya pak saya berniat bila kendaraan yang di pesan ini sebagai kendaraan operasional di lapangan pak," katanya lagi.

Sementara, Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara melalui Kanit II SPKT Polresta Palembang, Ipda Juan Pahrul membenarkan adanya laporan terkait Penipuan dan penggelapan yang dialami pelapor.

"Laporan sudah kita terima dan akan kita tindak lanjuti dengan menyerahkan berkas laporan ke unit Reskrim Polresta Palembang, untuk pasalnya sendiri akan dikenakan pasal 372 KUHP dan 378 dengan masing-masing ancaman penjara empat tahun,"ungkapnya

Penulis: Andi Wijaya
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved