Berita Palembang

Sidang Dugaan Korupsi Tugu Tapal Batas Palembang-Ogan Ilir, Terdakwa Ichsan Palsukan Tanda Tangan

Terdakwa Ichsan Pahlevi Palsukan tanda tangan untuk dapat memenuhi persyaratan tender proyek tugu tapal batas Palembang-Ogan Ilir.

Sidang Dugaan Korupsi Tugu Tapal Batas Palembang-Ogan Ilir, Terdakwa Ichsan Palsukan Tanda Tangan
SRIPOKU.COM/HARIS WIDODO
Sidang perdana atas perkara dugaan korupsi tugu tapal batas kota Palembang di Pengandilan Negeri Kelas 1A Palembang, Senin (12/8/2019). 

Laporan wartawan sripoku.com, Haris Widodo

SRIPOKU.COM,PALEMBANG --Tak lolos kualifikasi untuk mengikuti tander tapal batas Palembang- ogan ilir, Ichsan Pahlevi temui Ahmat Thoha untuk dapat memenuhi persyaratan.

Dalam pembacaan dakwaan yang dibacakan oleh Hary Fadullah ternyata sebelum perkara dugaan korupsi tugu tapal batas senilai miliaran rupiah tersebut terdakwa Ichsan Pahlevi palsukan tanda tangan untuk dapat memenuhi persyaratan tender.

"Terdakwa menemui Ahmad Thoha dan menanyakan apakah ada perusahaan yang bisa digunakan untuk perusahaan pendamping. Karena perusahaannya tidak memenuhi persyaratan pelelangan ," ujar Hary kepada Sripoku, di Pengadilan Negeri Klas 1A Palembang, Senin (12/8/2019).

Mendengar hal itu Ahmad Thoha nenawarkannya kepada Ichsan 3 perusahaan milik saudaranya yang dapat digunakannya memenuhi persyaratan pelelangan.

Empat Terdakwa Kasus Korupsi Pembangunan Tugu Perbatasan di Kota Palembang Tertunduk Lesu

Satraskrim Polres OKU Amankan Oknum Ketua BPD Desa Wayheling, diduga Berbuat Tak Senonoh

Sat Reskrim Polresta Palembang Limpahkan Berkas Penganiayaan SMA Taruna Palembang ke Kejaksaan

Setelah mendapatkan persetujuan lalu Ichsan Pahlevi membuat dokumen administrasi berupa; surat penawaran, jaminan penawaran, rencana anggaran biaya dan dokumen teknis lainnya. Serta memalsukan tanda tangan ketiga perusahaan yang disarankan oleh Ahmad Thoha.

Sementara untuk surat permohonan dukungan perusahaan yang ditujukan kepada Bank dibuat dan ditandatangani Ahmad Thoha.

Kasubsi Penuntutan Handy Tanjung nengatakan bahwa keempat terdakwa tersebut terjerat pasal 2,3 dan 9 junto 55 undang-undang tindak pidana korupsi.

"Untuk pengembalian uang sendiri itu memang ada. Karena sudah ada itikad baik dari terdakwa mengembalikan uang negara. Untuk keringanan sendiri ada tapi kita liat nanti,"katanya.

Ia menambahkan untuk sidang selanjutnya nanti dirinya mengatakan akan menghadirkan 22 saksi dan 4 saksi ahli untuk dapat dimintai keterangan.

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved