Anita: Juklak DPP Golkar Ada Persyaratan Calon Ketua DPRD

Pada saatnya nanti kami dalam menunjuk siapa yang akan duduk sebagai Ketua berdasarkan Juklak dari DPP Partai Golkar.

Anita: Juklak DPP Golkar Ada Persyaratan Calon Ketua DPRD
SRIPO/ABDUL HAFIZ
Hj RA Anita Noeringhati SH MH 

Laporan wartawan Sripoku.com, Abdul Hafiz

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Wakil Ketua DPD 1 Partai Golkar Sumsel Hj RA Anita Noeringhati SH MH menyatakan untuk penentuan siapa kader Partai Golkar yang berhak duduk sebagai Ketua DPRD Provinsi Sumsel 2019-2024 nanti berdasarkan persyaratan dalam Juklak (Petunjuk Pelaksanaan) yang disampaikan DPP Partai Golkar.

"Alhamdulillah Partai Golkar sudah melewat gugatan di sidang Mahkamah Konstitusi dan kursinya tetap 13. Sehingga kursi Ketua DPRD Sumsel didapat Partai Golkar. Pada saatnya nanti kami dalam menunjuk siapa yang akan duduk sebagai Ketua berdasarkan Juklak dari DPP Partai Golkat. Di dalamnya ada persyaratan," ungkap Hj RA Anita Noeringhati SH MH, Senin (12/8/2019).

Anita merupakan Alumni FH Universitas Atmajaya Yogyakarta dan Magister Hukum Unsri mengatakan usulan calon Ketua DPRD itu nanti harus melalui rapat pleno di selurih tingkatan dan dihadiri tingkatan di atasnya.

"Kalau untuk usulan Ketua DPRD Sumsel ini nanti yang hadir dari DPP. Plenonya kan belym dilaksanakan. Ada klarifikasi. Dihadiri DPD 1 di tingkat pusat rapat plenonya DPP," kata Anita.

Peluang untuk menduduki kursi Ketua DPRD Sumsel saat ini kata Anita seluruh incumbent punya hak yang sama.

"Dalam Juklak dipersyaratkan pernah menduduki dalam tingkatan yang sama/incumbent. Yang diutamakan pengurus di tingkatan itu sendiri sehingga kalau berdasarkan itu ada saya Anita Noeringhati, M Yansuri, dan Nadia Basjir. Sedangkan incumbent lainnya seperti Meidi Basri, Hasbi itu dari kabupaten. Mereka berdua ini bisa saja jadi Ketua DPRD Provinsi manakala tidak ada pengurus DPD Provinsi yang duduk," ujar Anita.

Menanggapi mencuatnya nama Fatra Radezayansyah yang juga menantu Ketua DPD Partai Golkar Sumsel Ir H Alex Noerdin SH, Ibu dua anak buah pernikahannya dengan mantan Kadishut Sumsel Ir Sigit Wibowo dan telah dikaruniai 3 cucu, enggan berkomentar panjang.

"Kita lihat saja nanti. Karena kita belum pleno. Sehingga informasi jangan katanya-katanya," ujar wanita yang selama ini sejak 1993 dikenal sebagai advokat dan pernah menjabat Wasekjen DPP Ikadin, Ketua Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) Provinsi Sumsel, Wakil Ketua PDK Kosgoro 1957 Provinsi Sumsel.

Di DPRD Sumsel sendiri, wanita kelahiran Klaten 28 Juli 1963 terkenal cukup vokal. Ia menjabat mantan Ketua Fraksi Golkar, Ketua Komisi IV.

Anita sendiri mengakui perjuangannya kembali untuk ketiga kalinya berhasil duduk di kursi Fraksi Golkar DPRD Sumsel pada Pilge 2019 dirsakan sangat berat dibandingkan dua kali Pileg yang diikuti sebelumnya.

"Perjuangan saya yang ketiga ini lebih berat dari Pileg-pileg sebelumnya karena masyarakat amat sangat pragmatis. Kita sebagai caleg sudah berusaha memenuhi apa yang dibutuhkan, apa yang diminta, apa yang bisa dibantu. Seperti jalan, dll. Banyak sudah yang kita penuhi karena ini menginjak pencalonan yang ketiga," terangnya.

Anita merasa sudah berbuat untuk masyarakat terutama di Dapil pencalonannya. Seperti untuk pembangunan Musi IV.

"Padahal saya sudah all out. Tapi nyatanya suara saya di sana tidak signifikan. Artinya masyarakat hanya bisa menuntut. Sebaliknya kalau kita tidak datang lagi, kito dikatoinyo. Alhamdulillah saya masih terpilih. Untuk sekarang akan memilih konstituen yang banyak memilih saya. Yang menghendaki perubahan. Saya rasa ini juga dirasakan banyak caleg lainnya," pungkasnya. (Abdul Hafiz)

Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved