Berita Palembang

Ekspor Santan Kelapa Sumsel ke Tiga Negara Tetangga Setiap Tahun Meningkat

Ekspor Santan Kelapa Sumsel ke Tiga Negara Tetangga Setiap Tahun Meningkat

Ekspor Santan Kelapa Sumsel ke Tiga Negara Tetangga Setiap Tahun Meningkat
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Gubernur Sumsel H Herman Deru SH MM didampingi Ali Jamil, Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Kepala Karantina Pertanian Palembang, Bambang Hesti menunjukkan santan yang diekspor. 

Ekspor Santan Kelapa Sumsel ke Tiga Negara Tetangga Setiap Tahun Meningkat

Laporan wartawan Sripoku.com, Abdul Hafiz

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Badan Karantina Pertanian (Barantan) mengapresiasi pelaku usaha yang melakukan ekspor produk pertanian, terutama yang sudah dalam bentuk jadi atau olahan seperti santan.

Ekspor santan kelapa asal Sumatera Selatan ke tiga negara masing-masing Hongkong, Cina dan Thailand tercatat terus meningkat.

Ekspor yang diawali bulan November 2018 ini sampai dengan akhir tahun 2018 tercatat 4 kali frekwensi dengan total 228,7 ton santan kelapa senilai ekonomi Rp. 928 juta.

Sementara hingga Juli 2019 telah 16 kali pengiriman ke 3 negara mitra dagang dengan total 758 ton, senilai Rp.2,8 triliun.

"Kita apresiasi pelaku usaha yang melakukan ekspor produk pertanian, terutama yang sudah dalam bentuk jadi atau olahan seperti santan ini," ungkap Ali Jamil, Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), saat melepas ekspor santan perdana periode Agustus 2019 sebanyak 79,2 ton tujuan Cina dan 12,6 ton tujuan Hongkong di Pabrik PT. Kelapa Puncak Nusantara Jl. Raya Pipa Putih, Kecamatan Pemulutan, dalam rangka Akselerasi Ekspor Komoditas Pertanian Provinsi Sumatera Selatan, Sabtu (10/8/2019).

Komoditas olahan asal kelapa bulat ini diekspor dengan total nilai ekonomi Rp. 1,071 miliar.

Menurut Romli Rusli Pemilik PT.Kelapa Puncak Nusantara bahwa nilai ekonomi ekspor santan dapat memberi nilai tambah sebesar 30 persen dibandingkan dengan ekspor kelapa asal Kabupaten Banyuasin ini dalam bentuk utuh atau kelapa bulat.

"Belum lagi ada tambahan berupa ampas kelapanya yang dapat dimanfaatkan, juga dapat menggerakan roda ekonomi industri," kata Jamil.

Halaman
123
Penulis: Abdul Hafiz
Editor: pairat
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved