Informasi haji 2019
Jemaah Haji Khusus Pilih Sunah Tarwiyah
Ratusan ribu jemaah haji Indonesia, Jumat (9/8/2019) secara bertahap didorong ke Bumi Arafah dalam rangka persiapan pelaksanaan wukuf.
Penulis: Husin | Editor: muhammad husin
Laporan Wartawan Sripoku.com/Muhammad Husin
SRIPOKU.COM, MEKKAH –Ratusan ribu jemaah haji Indonesia, Jumat (9/8/2019) secara bertahap didorong ke Bumi Arafah dalam rangka persiapan pelaksanaan wukuf sebagai puncak ibada haji. Sementara sebagian lagi, sekitar 35.316 orang jemaah yang sebagian besar jemaah haji khusus memilih melakukan sunah tarwiyah, mereka tidak langsung ke arafah, tetapi memilih bermalam di kawasan Mina. Setelah itu, Sabtu (10/8/2019) baru bergerak menuju Arafah sebelum tengah hari untuk mengikuti wakuf.
Seperti diketahui, jarak antara Mekkah dan Mina menempuh perjalanan sekitar 14 Kilometer (Km), setelah bermalam di Mina. Sebagian mereka ada yang berangkat ke Mina sejak Kamis Malam (8/8/2019) sehingga mabit (bermalam) di Mina selama dua malam.
Kepala Cabang Biro Perjalanan Haji Khusus dan Umrah Travel PT Pandi Kencana Murni (Pakem) Cabang Palembang H Awalauddin mengatakan, sebanyak 120 jemaah hajinya sudah bergerak ke Mina usai shalat Maghrib dengan mengendarai bus khusus. Selama di Mina, jemaah haji yang mengambil tarwiyah melakukan zikir dan muhasabah.
“Pagi sabtu, tanggal 9 zulhijjah 1440 H jemaah haji khusus yang mengambil tarwiyah akan dipindahkan ke arafah. Alhamdulillah, ada bus khusus disiapkan,” katanya.
Dikatakan H Awaluddin, jemaah haji yang mengikuti Tarwiyah memang dibatasi hingga kamis malam, sedangkan untuk jumat pagi tidak bisa lagi karena ada pergeseran jemaah haji regular dari Mekkah ke Arafah.
Sementara kontributor sripo di Mekkah RM Syukri melaporkan, dari data Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Daerah Kerja Makkah, yang dirilis pukul 15.00 WAS, Kamis (8/8/2019) jemaah haji yang ikut tarwiyah terdata 35.316 orang. Mereka melapor dan mengajukan ke sektor masing-masing. Diperkirakan data tersebut akan terus bertambah. PPIH Arab Saudi tak memfasilitasi jemaah haji yang melaksanakan tarwiyah. Sebab, pemerintah berfokus pada pelaksanaan wukuf, yang tak lain puncak haji.
“Pihak maktab yang memfasilitasi jemaah regular yang ingin tarwiyah. Termasuk penyediaan makanan dan armada angkutan,” katanya.
Dikatakan, ada alasan yang dapat diterima kenapa PPIH Arab Saudi tidak tidak melayani jemaah haji melayani tarwiyah. “PPIH kita fokus melayani jemaah haji Indonesia dari Mekkah ke Arafah tidak mengikuti sunah Nabi singgah ke Mina lebih dahulu, karena jumlah jemaah haji Indonesia terbesar di dunia. Jika semua dilayani ke Tarwiyah, dikhawatirkan jemaah haji Indonesia tidak masuk Arafah karena jalan sudah padat. Ke Mina Sunat sedangkan ke arafah wajib,” katanya.
Makanya, jemaah haji regular yang mengambil tarwiyah diminta membuat surat pernyataan, yang isinya jika jemaah haji yang bersangkutan tidak tiba di arafah, tidak menjadi tanggungjawab pemerintah. (sin)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/jemaah-haji-tarwiyah.jpg)