News Video Sripo

Video: Antisipasi Karhutlah di Ogan Ilir Meluas, Polres OI Gelar Apel Kesiapsiagaan Karhutlah

Antisipasi Karhutlah di Ogan Ilir Meluas, Polres OI Gelar Apel Kesiapsiagaan Karhutlah

Laporan Wartawan Sripoku.com, Resha

SRIPOKU.COM, INDRALAYA -- Guna mengantisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutlah) makin meningkat, Polres Ogan Ilir menurunkan 245 personel untuk turun langsung ke tempat-tempat rawan Karhutlah.

Tak hanya itu, Polres Ogan Ilir juga melengkapi personelnya dengan kendaraan roda 2 dan alat pemadam personal untuk menjangkau lokasi yang cukup sulit dijangkau mobil tangki.

Kapolres Ogan Ilir, AKBP Gazali Ahmad mengatakan, kendati sudah mulai mereda namun pihaknya tetap siaga dalam mengantisipasi kembali terjadi peristiwa tersebut. Walaupun sebenarnya alat yang digunakan dalam operasional kali ini cukup terbatas.

"Sesuai dengan perintah Presiden RI, bahwa api kecil harus segera turun untuk dipadamkan, tidak menunggu api besar," ujarnya saat apel kesiapsiagaan di Mapolres Ogan Ilir, Kamis (8/8/2019).

Ia mengatakan, para personelnya telah diatur dalam beberapa shift dalam satu hari. Sehingga, personel Polri yang tergabung dalam Satgas gabungan TNI, Polri, Manggala Agni hingga BPBD selalu siaga 24 jam.

Menurut datanya, setidaknya 16 kejadian kebakaram lahan terjadi di Kabupaten Ogan Ilir, sejak Juli hingga Agustus ini. Di setiap lahan yang terbakar, pihaknya memasang garis polisi (Police Line), dan mengawasi tanah yang terbaksr tersebut apakah memang dibakar sengaja, atau memang faktor alam.

"Termasuk, bilamana ada modus operandi sehabis membaakar akan ditanamai lahan bertani, berkebun. Kita bisa mengecek modus seperti itu," ungkapnya.

Sekretaris Disdukcapil Kota Palembang Menegaskan Setiap Pelayanan Gratis Tanpa Biaya Sepeserpun

Aniaya Anak Tetangganya, Bapak di Kecamatan Kertapati Palembang Ini Diadukan ke Polisi

Jumat Pagi Jemaah Haji Sudah Bergerak ke Arafah

Selama ini, mayoritas lahan yang terbakar merupakan milik pribadi atau perorangan. Dimana pemilik lahan yang tidak diketahui itu, hanya mempercayakan masyarakat sekitar sana untuk mengolah lahan itu.

"Yang terbakar ini kita pasang police line, dalam pengamatan atau penyelidikan. Jadi kita bisa mengetahui siapa yang memiliki lahan itu. Karena ada beberapa lahan baik Polri, kepala desa hingga masyarakat tidak mengetahui siapa yang memiliki lahan itu. Masyarakat situ hanya dipercaya menjaga lahan itu, dan pemiliknya berada di luar kecamatan atau kota," jelasnya. (mg5)

Penulis: RM. Resha A.U
Editor: Ahmad Helmi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved