Berita Muratara

Suku Anak Dalam di Muratara Ikuti Lomba Gerak Jalan Memeriahkan HUT ke-74 RI

Dinas Pendidikan Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) menggelar lomba gerak jalan tingkat kabupaten

Suku Anak Dalam di Muratara Ikuti Lomba Gerak Jalan Memeriahkan HUT ke-74 RI
Tribun Sumsel /Rahmat Aizullah
Anak-anak Suku Anak Dalam di Muratara mengikuti lomba gerak jalan memeriahkan HUT ke-74 RI. 

SRIPOKU.COM, MURATARA-- Dinas Pendidikan Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) menggelar lomba gerak jalan tingkat kabupaten, Kamis (8/8/2019). 

Kegiatan ini dalam rangka memeriahkan HUT ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2019.

Lomba gerak jalan diikuti oleh 98 regu dari tingkat TK/PAUD, SD/MI, SMP/MTs dan SMA sederajat se Kabupaten Muratara.

Menariknya lomba ini tidak hanya diikuti pelajar sekolah formal, melainkan juga diikuti anak-anak dari Komunitas Adat Terpencil (KAT) Suku Anak Dalam.

Mereka utusan dari lembaga non formal Mess Serbaguna Suku Anak Dalam Dinas Sosial Kabupaten Muratara. 

Mereka yang dulunya disebut "Orang Rimba" dan hidupnya di hutan belantara kini sudah mendapat pembinaan dari Pemkab Muratara.

Kepala Dinas Pendidikan Muratara, Sukamto mengatakan, lomba gerak jalan ini rutin dilaksanakan setiap tahunnya. 

Namun baru tahun ini diikuti anak-anak dari Suku Anak Dalam di bawah binaan Mess Serbaguna Dinas Sosial Muratara. 

"Iya, menariknya tahun ini ada anak-anak Suku Anak Dalam yang ikut, tadi saya lihat ada satu regu," kata Sukamto dibincangi Tribunsumsel.com. 

Tayang Hari Ini di Bioskop, Sinopsis dan Daftar Pemain Lengkap Film Wedding Agreement!

Inilah Deretan Artis Meninggal Dunia Setelah Solat, Ada yang Menjelang Ramadhan Usai jadi Imam

Ia memberikan apresiasi atas keikutsertaan anak-anak Suku Anak Dalam pada kegiatan lomba gerak jalan memeriahkan HUT ke-74 RI tahun ini.

"Semoga anak-anak Suku Anak Dalam bisa mendapat juara," doanya.

Sementara itu, pembina Suku Anak Dalam Dinas Sosial Muratara, Yuli mengatakan, keikutsertaan anak-anak Suku Anak Dalam pada lomba gerak jalan ini adalah keinginan mereka sendiri. 

"Mereka ingin ikut seperti anak-anak lainnya, jadi kami latih mereka selama dua minggu. Awalnya mereka takut, ada yang minder," ujarnya

Yuli mengatakan, untuk mempertahankan khas budaya mereka, anak-anak Suku Anak Dalam mengenakan perpaduan seragam dari kulit kayu.

"Seragam merekalah yang membedakan mereka dengan anak-anak yang lain. Kami tetap menunjukkan khas budaya mereka," kata Yuli. (Tribunsumsel.com/Rahmat Aizullah) 

Momen Romantis Gubernur Sumsel Herman Deru Ternyata Jago Rias Wajah sang Istri

VIRAL Cerita Seorang Pemuda yang Rela Lakukan Ini Demi Nikahi Kekasihnya, Begini Kisahnya!

 

Editor: pairat
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved