Misteri Kematian Wiko Jerianda Siswa SMA Taruna Palembang, Usai Siuman Kembali Dipukul Senior

Misteri Kematian Wiko Jerianda Siswa SMA Taruna, Usai Siuman Kembali Dipukul Senior

Misteri Kematian Wiko Jerianda Siswa SMA Taruna Palembang, Usai Siuman Kembali Dipukul Senior
Humas Pemprov Sumsel
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, saat melayat langsung kerumah duka Wiko Jerianda (14) yang berada di Jalan Pertahanan Plaju pada Sabtu (20/7). 

"Kenapa baju kau terbuka," ujar Anggar yang datang dan langsung memukul bagian perut Wiko.

Ketika usai memukul perut Wiko sebanyak satu kali, dua teman Wiko berbicara dengan sang senior bila Wiko baru sadar dari pingsan dan kesurupan.

"O..kau ini yang pingsan tadi," ujar Anggar sambil meninggalkan Wiko yang masih terduduk.

Ketika teman-temannya berdiri, ternyata Wiko tidak bisa bangun. Sehingga, membuat Anggar mendekati Wiko dan memapah Wiko untuk bangun. Saat Wiko bangun, Anggar langsung membawa Wiko ke pos kesehatan. Selang beberapa lama, Wiko dibawa pulang ke sekolah dan diantarkan ke tempat tidurnya.

Disini, Wiko juga sempat diperiksa Tuntri mengenai kesehatan dari Wiko yang masih terlihat lemas usai mengikuti MOS.Korban Wiko yang selesai mengikuti MOS di Komplek Ponpes SMB II Palembang, sempat pingsan karena diduga kelelahan.

Setelah dibawa kembali lagi ke sekolah, ternyata keesokan harinya Wiko harus Dilarikan ke rumah sakit. Guru SMA Taruna Indonesia Palembang yakni Tuntri, langsung membawa Wiko ke rumah sakit Karya Asih Charitas Palembang untuk mendapatkan perawatan.

Saat itu, kondisi Wiko sudah tak sadarkan diri dan harus menjalanai perawatan intensif. Hingga akhirnya, Wiko harus dirujuk ke RS RK Charitas Palembang. Di RS RK Charitas, Wiko harus menjalani operasi karena ususnya yang terlilit. Usai menjalani operasi dan berada di ruang ICU, ternyata nyawa Wiko tak bisa diselamatkan.
Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara membenarkan pihaknya melaksanakan rekonstruksi dalam kasus penganiayaan terhadap korban Wiko yang meninggal dunia usai mengikuti MOS."Untuk tersangka, kami akan gelar perkara dulu. Baru bisa menentukan tersangkanya," katanya singkat.(ard)

Berawal dari instruksi awal dari pembina masing-masing Peleton 2 yang berisikan Wiko Jeriandra siap berjalan bersama kelompok regunya menuju Ponpes SMB. Setelah sampai disana pionering atau pemasangan tali webbing.

Pada saat adegan 8 dimana pada saat giliran Wiko kedepan mempraktekan pionering atau pemasangan tali webbing tersebut yang di dampingi pembina Anggar Sugadra. Saat itu korban tali webbing tak muat dibadannya pembina dan 9 dan 9A
Pembina Anggar sebelum memukul berkata 'Kencengi perutnya' dan anggar memukul beberapa kali di bagian perut korban dan berkata
"Kurusin-kurusin, "katanya.

Lalu group peleton dua tersebut diajak ke masjid yang berada di depan. Kemudian korban terlihat lemas dan terkapar. Dari reka adegan ternyata disitu juga korban kesurupan dan berkata 'Reza...Reza. Wiko tidak ada salah," kata korban dalam kondisi sadar.

Halaman
123
Editor: Hendra Kusuma
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved