Berita Muaraenim

Menantu Kepala Desa di PALI Ini Mengaku Bisa Bangun Rumah dan Beli Motor Nmax dari Bisnis Narkotika

Jajaran Satnarkoba Polres Muaraenim berhasil amankan narkotika jenis Sabu dan pil Ekstasi dari seorang yang merupakan menantu Kepala Desa.

Menantu Kepala Desa di PALI Ini Mengaku Bisa Bangun Rumah dan Beli Motor Nmax dari Bisnis Narkotika
TRIBUN SUMSEL.COM/IKA ANGGRAENI
Jajaran Polres Muaraenim saat memperlihatkan barang bukti kasus narkoba yang amankan jajaran Satnarkoba Polres Muaraenim 

SRIPOKU.COM, MUARAENIM - Jajaran Satnarkoba Polres Muaraenim berhasil amankan narkotika jenis Sabu seberat 137.30 gram, Ekstasi logo panda master card 11.70 gram dan logo panda sebanyak 0.97 gram dari pria yang merupakan menantu salah seorang kades.

Berdasarkan informasi yang berhasil Tribunsumsel.com himpun di lapangan, Kamis,(8/8/2019) sejumlah narkotika tersebut diamankan dari tersangka yang bernama Endang Safari (29) Warga Desa Air Hitam Kecamatan Penukal Kabupaten PALI.

Penangkapan terhadap tersangka dilakukan guna menindaklanjuti laporan dari masyarakat yang resah bahwa di Desa Air Hitam kerap terjadi transaksi jual beli narkoba.

Menindaklanjuti laporan tersebut,  jajaran Satnarkoba Polres Muaraenim melakukan penyelidikan, didapat informasi bahwa di desa tersebut diduga ada bandar narkoba bernama Endang.

Kemudian polisi mendatangi rumah tersangka, kebetulan saat polisi datang tersangka sedang berada di teras rumahnya sehingga langsung diamankan.

Setelah dilakukan penggeledahan ditemukan barang bukti berupa satu kantong kresek warna hitam yang berisikan 8 paket sedang narkotika jenis sabu dengan berat sekitar 137,30 gram yang berada dalam jok sepeda motor Nmax warna hitam putih BG 5611 AFG.

Lalu dilakukan penggeledahan kembali didalam kamar tersangka dan ditemukan kembali barang bukti berupa 1 buah dompet warna coklat berisikan 29 paket kecil narkotika jenis sabu,dengan berat sekitar 9.12 gram, 36 pil ekstasi warna ungu logo master card sekitar 11.70 gram , 2 pil ekstasi hijau logo panda sekitar 0,97 gram dan 1 buah sekop.

LPJKD Provinsi Sumatera Selatan Jamin Urus Sertifikasi Paling Lama 3 Hari

Sekretaris Disdukcapil Kota Palembang Menegaskan Setiap Pelayanan Gratis Tanpa Biaya Sepeserpun

Hakim Sidang Pra Peradilan Tolak Permohonan Obby Frisman, Status Tersangka Tetap Disandangnya

Tersangka Endang saat ditemui Tribunsumsel.com mengaku nekat menjual barang haram tersebut karena tergiur dengan keuntungan yang didapat.

" Sebelum jual narkoba saya nyadap karet, tapi karena harga karet anjlok penghasilanpun menipis, seminggu hanya dapat Rp 400 ribu,kalau harga karet mahal dulu seminggu bisa dapat Rp 800 ribu, mementara kalau jual narkoba seminggu bisa dapat Rp 2 juta,"jelasnya.

Pria yang juga merupakan menantu salah satu kepala desa inipun mengatakan bahwa hasil dari menjual narkotika membuatnya mampu membeli motor jenis Nmax dan membangun rumah.

" Tapi istri saya tidak tahu kalau uang yang saya berikan itu dari hasil menjual narkotika, kalau setiap kali ditanya, saya selalu bilang bahwa uang itu hasil dari saya main judi,"katanya.

Sementara itu Kapolres Muaraenim, AKBP Afner Juwono didampingi Kasat Narkoba, AKP I Putu Suryawan mengatakan bahwa sebagian besar Narkota yang banyak ditemukan di wilayah hukum Polres Muaraenim berasal dari Kabupaten PALI.

" Dan sayangnya rantainya putus, sehingga kita masih kesulitan untuk mengungkap bandar besarnya,"katanya.

Dikatakannya pihaknya tetap berkomitmen untuk memberantas peredaran narkotika di wilayah hukum Polres Muaraenim.

" Kasus ini masih akan kita kembangkan untuk mengungkap bandar besarnya, narkotika ini diedarkan pelaku di tempat hiburan yang ada orgen tunggalnya, dan modus ini adalah modus yang paling banyak kita temukan dalam peredaran narkotika di wilayah hukum Polres Muaraenim,"pungkasnya.

Editor: Tarso
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved