Berita Palembang

Ibu Tersangka Obby Hanya Bisa Menangis Tersedu, Begitu Hakim Tolak Permohonan Pra Peradilan Anaknya

Mendapati hasil tak sesuai, usai hakim Yosdi membacakan putusan, ibu Obby Romdania seketika langsung menangis tersedu-sedu dan tak menyangka jika putr

Ibu Tersangka Obby Hanya Bisa Menangis Tersedu, Begitu Hakim Tolak Permohonan Pra Peradilan Anaknya
SRIPO/Andi wijaya
Mendapati hasil tak sesuai, usai hakim, Yosdi membacakan putusan, ibu Obby, Romdania seketika langsung menangis tersedu-sedu, Kamis (8/8). 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Andi Wijaya 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG--Hakim Pengadilan Negeri Palembang menolak permohonan praperadilan yang diajukan Obby Frisman Arkataku, tersangka kasus penganiayaan yang menewaskan Delwyn Berli Juliandro saat mengikuti kegiatan Masa Orientasi Siswa (MOS) di SMA Taruna Indonesia, beberapa waktu lalu.

Mendapati hasil tak sesuai, usai hakim Yosdi membacakan putusan, ibu Obby Romdania seketika langsung menangis tersedu-sedu dan tak menyangka jika putra yang baru satu minggu bekerja di sekolah tersebut harus tersandung kasus hukum kriminal.

" Anak saya tidak pernah bermasalah. Dan ini juga tak bersalah. Kami minta keadilan," teriak Romdania saat menuju keluar ruang sidang Pengadilan Negeri Palembang,” Kamis (8/8).

Hal yang sama diutarakan oleh Dardanela, ayah Obby, dirinya tetap yakin jika putranya tidak bersalah dalam kasus ini dan ia tetap berusaha mencari keadilan.

“Obby sudah bersumpah di kaki saya bahwa dia tidak memukul, kami dizolimi,” kata sang ayah.

BREAKING NEWS : Polresta Palembang Tetapkan Tersangka Baru Tewasnya Siswa SMA Taruna di Palembang

Masih Tersangka Karena Gugatan Ditolak Hakim, Orangtua Obby Tetap Yakin Anak Mereka Tak Bersalah

Hakim Sidang Pra Peradilan Tolak Permohonan Obby Frisman, Status Tersangka Tetap Disandangnya

Sedangkan Suwito Winoto, pengacara Obby, menanggapi putusan tersebut, mengatakan bahwa pihaknya tetap menghormati putusan hakim praperadilan, meski ada banyak bukti dan keterangan saksi yang tidak dipertimbangkan dalam mengambil keputusan.

"Kami menghormati putusan hakim dan kami tetap berusaha menegakkan keadilan dengan mengawal kasus ini sampai selesai, sampai perkara pokoknya masuk ke pengadilan. Kalau memang ada kesalahan dalam putusan ini akan kami bawa ke Komisi Yudisial,” ungkapnya.

Ditempat yang sama, Bidang Hukum Polda Sumsel AKBP Parlindungan Lubis menjelaskan, dengan ditolaknya permohonan praperadilan ini maka penetapan tersangka, penangkapan dan penahanan sudah sesuai menurut hukum.

Aniaya Anak Tetangganya, Bapak di Kecamatan Kertapati Palembang Ini Diadukan ke Polisi

Bawa Sapi Pakai Mobil Sedan, Empat Kawanan Pencuri Sapi dari Muratara Ditangkap di Lubuklinggau

“Menurut hakim, dua alat bukti sudah sah menutur hukum. Serta untuk berkas perkara kasus ini masih diteliti oleh kejaksaan biasanya selama 14 hari, kita tunggu jawaban, apakah sudah lengkap (P21) atau masih belum,” katanya.

Sementara, Kapolresta Palembang, Kombes Pol Didi Hayamansyah didampingi Kasat Reskrim Polresta Palembang, menanggapi, ditolaknya pra peradialan OB, pihaknya bekerja sesuai prosedur," sebelum mereka melakukan pra peradialan, kita setranparan mungkin melakukan mekanisme seusai tindak pidana yang dilakukan OB," ungkapnya, saat dikonfirmasi Sriwijaya Post. (diw).

Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved