Berita Palembang

BREAKING NEWS : Polresta Palembang Tetapkan Tersangka Baru Tewasnya Siswa SMA Taruna di Palembang

BREAKING NEWS : Satreskrim Polresta Palembang Tetapkan Tersngka Baru Kasus Tewasnya SMA Taruna Indonesia di Palembang

BREAKING NEWS : Polresta Palembang Tetapkan Tersangka Baru Tewasnya Siswa SMA Taruna di Palembang
Sripoku.com/Andi Wijaya
Kapolresta Palembang Kombes Pol Didi Hayamansyah didampingi Kasat Reskrim Kompol Yon Edi Winara, beserta jajaran Sat Reskrim Polresta Palembang yang gelar perkara menetapkan tersangka baru atas kasus tewasnya siswa SMA Taruna Indonesia di Palembang, Rabu (8/8/2019) 

BREAKING NEWS : Polresta Palembang Tetapkan Tersangka Baru Tewasnya Siswa SMA Taruna Indonesia di Palembang

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Satreskrim Polresta Palembang menetapkan tersangka baru dalam kasus penganiayaan di SMA Taruna Indonesia Palembang.

Ia yakni AS (16) seorang siswa senior menjadi tersangka atas penganiayaan yang menyebabkan tewasnya WJ (16) saat kegiatan masa orientasi siswa (MOS) di sekolah SMA Taruna Indonesia, Kamis (8/8/2019).

AS yang merupakan tersangka kedua ini, setelah Obby Frisman (24) yang sebelumnya sudah ditetapkan sebagai tersangka atas kematian DBJ (14) dengan kasus penganiayaan di kegiatan yang sama, Mos.

Aniaya Anak Tetangganya, Bapak di Kecamatan Kertapati Palembang Ini Diadukan ke Polisi

Inilah 6 Cara Sehat Mengolah Daging Kurban, Simak Tipsnya Agar Terhindar dari Bahaya Penyakit!

Butuh Data Tinggal Klik, Disdukcapil PALI Siapkan Akses Pemanfaatan Data Kependudukan Tiap OPD

Saat mengelar perkara, Kapolresta Palembang Kombes Pol Didi Hayamansyah didampingi Kasat Reskrim Kompol Yon Edi Winara, beserta jajaran Sat Reskrim Polresta Palembang, mengatakan, AS ditetapkan sebagai tersangka setelah penyidik melakukan pemeriksaan terhadap 26 saksi, olah tempat kejadian perkara (TKP), dan beberapa barang bukti, yang berupa Tali Webbing.

"Dan dari hari rekam medis rumah sakit setelah kematian WJ, hasilnya ada organ vital yang tidak berfungsi, pankreas akut. Kita selidiki dan akhirnya mengerucut kepada AS hingga akhirnya kita tetapkan sebagai tersangka," tegas Kapolresta, pada awak media.

Lanjut Didi Hayamansyah, diketahui dari hasil penyelidikan dan keterangan saksi, AS melakukan pemukulan di bagian perut korban WJ selama 2 hari terakhir kegiatan MOS. Pertama korban dipukul 2 kali pada Selasa (9/7) dan 3 kali pada Rabu (10/8/2019).

Tidak seperti DBJ, penganiayaan yang dialami WJ tidak langsung menyebabkan kematian.

WJ sempat dilarikan ke dua rumah sakit yang berbeda. Di RS Karya Asih, WJ menjalani operasi atas diagnosa usus terbelit.

VIRAL Kisah Pasangan Tua Renta di Surabaya yang Bertahan Hidup dengan Berjualan Rujak Cingur

Pemkot Pagaralam Cek Kesehatan Hewan Kurban, Wako Perintahkan Dinas Terkait Harus Teliti

Hakim Sidang Pra Peradilan Tolak Permohonan Obby Frisman, Status Tersangka Tetap Disandangnya

Karena kondisi yang semakin memburuk, WJ dirujuk ke RS RK Charitas. Pasca 6 hari koma dirawat di ICU, WJ akhirnya mengembuskan napas terakhir pada Jumat (19/7) sekitar pukul 21.00

Halaman
12
Penulis: Andi Wijaya
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved