Berita Palembang

Terima Sanksi tidak Boleh Menerima Siswa Baru, Ini Tanggapan Kepala Sekolah SMA Taruna Indonesia

SMA Taruna Indonesia terima keputusan Gubernur Sumsel dan berjanji akan mengevaluasi sistem pendidikan yang telah ada sejak tahun 2005 lalu.

Terima Sanksi tidak Boleh Menerima Siswa Baru, Ini Tanggapan Kepala Sekolah SMA Taruna Indonesia
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumsel menggelar rapat dengar pendapat antara Sekolah SMA Taruna Indonesia Palembang dan juga Tim Investigasi dan Evaluasi dari Dinas Pendidikan Sumsel, Senin (22/7/2019). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru secara resmi telah memberikan sanksi untuk SMA Taruna Indonesia Palembang yaitu tidak boleh menerima siswa baru pada tahun ajaran 2020/2021.

Menangapi hal tersebut Kepala Sekolah SMA Taruna Indonesia Palembang Tarmizi Endrianto mengatakan, bahwa memang benar Gubernur Sumsel telah memberikan sanksi tidak boleh menerima siswa baru pada tahun ajaran 2020/2021.

"Ia saya sudah terima suratnya secara resmi. Kita menghormati kebijakan yang telah dibuat Gubernur Sumsel," ujar Tarmizi Endrianto saat dikonfirmasi, Selasa (6/8/2019).

Lebih lanjut ia mengatakan, untuk kegiatan belajar mengajar saat ini masih seperti biasa. Untuk sanksi yang tidak boleh menerima siswa baru itu pada tahun ajaran 2020/2021, jadi di 2021/2022 sudah boleh menerima.

Pencuri Motor Milik Penyadap Karet di Kecamatan Lembak Muaraenim Dilumpuhkan dengan Timah Panas

Deretan Kasus Kriminal Aneh Pencurian Mayat Manusia, Ada yang Dijual di Kios Daging Hewan!

Target Operasi 3C, Pelaku Pemalakan Di Macan Lindungan Dipelor Tim Tekab 134 Polresta Palembang

"Untuk itu sekolah akan kita evaluasi seperti apa yang telah disampaikan Gubernur. Nanti sistemnya akan kita rubah dan cara merubahnya nanti kita akan sepakati bersama dengan yayasan dan pihak-pihak terkait lainnya," katanya.

Sedangkan terkait semi militer yang tidak diperbolehkan lagi, menurutnya akan dievaluasi sistemnya karena memang dari 2005 sudah seperti itu makanya akan dievaluasi mulai dari kegiatan bimsik (bimbingan fisik).

"Kalau kegiatan belajar mengajar sudah seperti umum. Cuma kita kelasnya saja yang didik mereka berbasis militer itu yang akan dievalusi," ungkapnya.

Editor: Tarso
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved