informasi Haji 2019
Subhanallah, Kota Mekkah Dua Kali Diguyur Hujan
Kota Mekkah yang cerah, panas dan terik, tiba-tiba diguyur hujan deras sebanyak dua kali dan ketika udara menjadi lebih adem
Penulis: Husin | Editor: muhammad husin
LAPORAN WARTAWA SRIPOKU.COM/MUHMMAD HUSIN
SRIPOKU.COM, MEKKAH –Kota Suci Mekkah Almukaramah yang tadinya panas dan terik, tiba-tiba secara mengejutkan diguyur hujan dua kali. Pertama hujan turun pukul 20.30 Waktu Arab Saudi (WAS), Senin (5/8/2019) atau pukul 01.30 WIB, Selasa (6/8/2019) dan kedua sekitar pukul 04.00 WAS atau pukul 09.00 WIB.
Bagi masyarakat Mekkah, khususnya jemaah haji Indonesia, hujan merupakan peristiwa langka karena selama lebih 20 hari tinggal di Mekkah, tidak pernah ada hujan. Justru sebaliknya, suhu udara terasa terik dan panas dengan temperature 44-48 derajat Celsius. Kalau ada angin, yang terasa hanya angina padang pasir yang gersang.
Saat hujan pertama turun, jemaah haji baru saja selesai melaksanakan shalat Isyak di Masjidil Haram dan menunggu Bus Sholawat di beberapa terminal di kawasan masjid. Satu diantaranya di Terminal Syib Amir, dimana hujan berlangsung cukup deras dan lama.
Victory (45), salah satu jemaah haji Kloter 2 Palembang mengaku, hujan yang turun mampu mendinginkan suhu udara di kota Mekkah sehingga menjadi adem dan dingin. “Alhamdulillah, udara di Mekkah menjadi lebih adem,” katanya.
Sementara jemaah haji lainnya, Dian Hartini (50) mengaku hujan kedua terjadi jelang pelaksanaan shalat subuh. “Alhamdulillah, baru kali ini ketemu hujan. Hujan gerimis terasa membasahi pakaian, begitu baru turun dari bus di Terminal Syib Amir menuju Masjidil Haram hendak shalat subuh,” katanya.
Sementara Kontributor sripoku.com di Mekkah, RM Syukri melaporkan, jemaah haji dan penduduk Mekkah suka cita menyambut hujan, bahkan sejumlah warga Mekkah keluar dari rumah mereka dan berdoa hingga tubuh basah diguyur hujan. Terlihat juga, ada genangan air di jalanan dan di pelataran Masjidil Haram. Padahal sebelumnya, kondisi jalanan di kota Mekkah kering.
Dikatakan, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, biasanya di kawasan kompleks Masjidil Haram banyak craine raksasa yang terpancang. Namun untuk tahun ini, tidak begitu banyak craine yang terpasang. Hanya ada beberapa saja, itu pun posisinya berada di lantai atas. Sehingga jemaah haji yang sedang melakukan thawaf dan sai tidak begitu khawatir dengan angin kencang, dimana beberapa tahun lalu sempat merobohkan craine hingga menelan korban jiwa.
Sementara petugas Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) mengimbau jemaah agar waspada dan tetap menggunakan masker karena angin kencang disertai debu., terlebih tidak lama lagi akan melaksanakan wukuf di Arafah. (sin)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/kota-mekkah-hujan.jpg)