Pembukaan Lahan Pabrik Perusahaan di kawasan Banyuasin, Diduga Menyalahi Perizinan

Pembukaan Lahan Pabrik di kawasan Banyuasin, Diduga Menyalahi Perizinan

Pembukaan Lahan Pabrik Perusahaan di kawasan Banyuasin, Diduga Menyalahi Perizinan
SRIPOKU.COM/MAT BODOK
Salah satu kawasan perusahaan di Banyuasin yang diprotes warga. 

Pembukaan Lahan Pabrik Diduga Menyalahi Perizinan

Laporan Wartawan Sripoku.com, Mat Bodok

SRIPOKU.COM, BANYUASIN -- Pembukaan lahan untuk pembangunan pabrik Perusahaan di kawasan Desa Lubuk Lancang Kecamatan Soak Tapeh diduga melenceng, menyalahi aturan perizinan lingkungan.

Permasalahan yang disoal dampak lingkungan hingga dilaporkan oleh masyarakat Banyuasin kepada pihak Dinas Lingkungan Hidup Banyuasin, Senin (5/8/2019). Merusak dampak lingkungan, penghijauaan.

“Yang kita soalkan pembukaan lahan untuk kawasan pembangunan pabrik sawit diduga menyalahi Amdal atau UPL-UKL. Makanya kita laporkan ke DLH Banyuasin,” ujar Umirtono SH mewakili masyarakat sekaligus sebagai Ketua Jaringan Pendamping Kinerja Pemerintah (JPKP) Banyuasin kepada wartawan.

Pembangunan pabrik sawit ini dampaknya dikhawatirkan merugikan masyarakat, karena merusak lingkungan sekitar seperti banjir, limbah, dan polusi udara. Bahkan jalan penghubung antara Desa Lubuk Lancang dan Desa Bengkuang ini akan amblas.

“Apalagi pabrik sawit ini dibangun dekat pemukiman masyarakat, saya yakin banyak mudhoratnya. Sebaiknya dikaji ulang dan menjadi perhatian pemerintah jangan mengambil keuntungan sesaat,” ujar Umirtono.

Sementara Kepala Dinas PUTR Banyuasin Ir Ardi Arpani menyebutkan, jika pendirian pabrik sudah mengantongi izin dari pemerintah, namun mestinya tidak sampai disitu saja untuk pembangunan jalan dan lain-lain harus minta izin lagi.

“Untuk pembangunan jalan belum ada izin dari kami, mestinya mereka koordinasi lagi dengan kami begitu juga DLH soal Amdal. Saya berharap jangan sampai merugikan masyarakat,” tegad Ardi yang akan mengecek ke lapangan.

Sementara pihak perusahaan yang di Desa Lubuk Lancang Kecamatan Soak Tapeh Banyuasin, tidak dapat dikonfirmasi.

"Maaf nanti saja tunggu pimpinan," singkat salah satu pekerja saat hendak dikonfirmasi.

Penulis: Mat Bodok
Editor: Hendra Kusuma
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved