Tips Aman Isi BBM di SPBU Menurut Pertamina

Beberapa waktu lalu heboh video serta himbauan Pertamina yang berikan penjelasan agar pelanggan tidak menggoyang motor dan atau mobil saat mengisi BBM

Tips Aman Isi BBM di SPBU Menurut Pertamina
SRIPOKU.COM/ODI ARIA SAPUTRA
Sejumlah kendaraan antre mengisi BBM di SPBU di Jalan Demang Lebar Daun Palembang 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Beberapa waktu lalu heboh video hingga himbauan Pertamina yang memberikan penjelasan agar pelanggan tidak menggoyang motor dan atau mobil saat mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU di Nusa Tenggara Timur (NTT) beredar.

Dalam keterangan yang dibuat Pertamina mengatakan bahwa tidak perlu menggoyang motor dan mobil untuk memastikan BBM terisi penuh dan menyeluruh pada semua tangki kendaraan karena bbm sifatnya cairan maka akan langsung mengisi celah kosong yang ada sehingga tidak perlu menggoyangnya.

Himbauan itu juga berisi bahwa aksi manggoyang kendaraan saat mengisi BBM justru berbahaya bagi pengendara juga SPBU itu sendiri karena berpotensi menyebabkan kebakaran.

"Menggoyang kendaraan itu berpotensi untuk menimbulkan kebakaran karena ujung nosel besi ketemu dengan ujung tangki.Ada yang namanya listrik statis. Dua titik yang berbeda muatan, ketika ada beda muatan, ada loncatan listrik yang tidak bisa dilihat.

Saat loncat ada percikan api dan itu berpotensi menimbulkan kebakaran meski kecil potensinya," ujar Region Manager Communication & CSR Pertamina Sumbagsel, Rifky Rakhman Yusuf, Minggu (4/8/2019).

Selain larangan menggoyang kendaraan, Pertamina juga selalu menyertakan larangan tidka mengoperasikan handphone di Spbu.

Dikatakan Rifky hal ini dilakukan karena handphone juga bisa memicu percikan api yang menyebabkan kebakaran.

Sifat dari uap BBM itu tidak langsung pencar ke udara. Tangki kendaraan itu posisinya di bawah kaca atau posisi di pinggang. Kumpulan uap BBM berada di area bawah. Ketika ada percikan api bisa menyebabkan kebakaran.

Dijelaskannya ada tiga hal penyebab kebakaran, pertama oksigen. Selama ada oksigen maka api bisa muncul. Kedua, ada bahan bakar, bisa apa saja, kertas, dan lainnya, BBM dan semua dalam bentuk uap. Ketiga, sumber api. Sumber api itu itu panas, tidak harus dalam bentuk percikan, tidak harus dalam bentuk api tapi bisa dalam sumber panas.

Mesin kendaraan juga sumber api. Mesin Kendaraan terjadi pembakaran sehingga berbahaya mengisi BBM saat mesin dalam posisi hidup.

"Konsumen roda empat kadang tidak turun dari mobil, hanya membuka kenop dan sibuk telepon, kasih uang dulu baru isi BBM atau isi BBM baru kasih uang, dikhawatirkan mereka lupa dan langsung jalan padahal nosel itu masih ditangki dan langsung jalan maka pompa bisa tertarik yang mengakibatkan kebakaran," katanya.

Larangan keras lainnya yakni merokok di SPBU, jelas saja larangan ini penting diterpakan karena rokok mengandung unsur api sehingga berpotensi menyebabkan kebakaran.(tnf)

Editor: Budi Darmawan
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved