Sekolah Unggul Bertugas Melahirkan Orang Hebat. 190 Kepsek Ikut Workshop Design Sekolah Unggul

Sekolah Unggul Bertugas Melahirkan Orang Hebat. 190 Kepsek Ikut Workshop Design Sekolah Unggul

Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Budi Darmawan
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Ketua Pelaksana ustadz M Fadilah SPdi menyampaikan laporan kegiatan. 

Sekolah Unggul Bertugas Melahirkan Orang Hebat. 190 Kepsek Ikut Workshop Design Sekolah Unggul

Laporan wartawan Sripoku.com, Abdul Hafiz

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Trainer Drs Toto S Athoillah MPd mengingatkan Sekolah Islam Terpadu (SIT) mempunyai mimpi besar, ingin membangun peradaban baru di Indonesia.

Dalam artian sebagaimana yang tertera dalam UU Sistem Pendidikan Nasional bahwa tujuan Pendidikan Nasional itu diantaranya ingin membangun peradaban yang bermartabat.

"Artinya kehidupan berbangsa dan bernegara sebagaimana yang diimpikan, dicita-citakan oleh para pendiri negara ini. Dari sanalah ide Sekolah Unggul ini karena sekolah itu merupakan sistem pemberdayaan sumber daya manusia, sumber daya bangsa maka sekolah punya tugas dan fungsi bagaimana menghasilkan sumber daya bangsa, sumber daya manusia dalam arti Bangsa Indonesia ini supaya bisa melahirkan orang-orang yang hebat, orang-orang yang unggul. Dan itu harus dimulai dari membangun sekolah yang unggul," ungkap Toto saat menjadi pemateri Workshop Design Sekolah Unggul di Hotel Fave Jl Basuki Rahmat Palembang, Kamis (1/8/2019).

Toto yang juga Pengurus Pusat Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) mengatakan oleh karena itu pada workshop ini menggunakan selain sistem organisasi yang ditentukan oleh Internasional ISO 9001, juga memakai Grounded Strategy.

"Strategi yang mendasar banget. Apa syarat yang mendasar banget itu? Kami mengambilnya dari Al Quran. Karena Al Quran sudah terbukti bisa membangun masyarakat madani yang menjadi cita-cita bangsa Indonesia ini juga," kata Toto selaku konsultan manajemen sekolah dan pesantren Pulpenmas Institute.

Dijelaskannya, tjuan pendidikan nasional ini adalah bagaimana mengembangkan keimanan, ketaqwaan. Jadi pihaknya sangat on the track, Insya Allah yakin.

"Nah itulah nanti yang akan dibutuhkan oleh bangsa ini yang on the track. Kenapa? Karena nilai-nilainya kita ambil langsung dari Sistem Pendidikan. Al Quran itu otomatis. Coba kita lihat dari Pancasila saja, Ketuhanan Yang Maha Esa," jelasnya.

Ketua Regional 2 JSIT Indonesia (Sumsel, jambi, bengkulu, lampung dan Babel) Ustadz Apriadi Haryono MPd apresiasi ada peserta dari Kalimantan saat membuka acara Workshop Design Sekolah Unggul.

"Saya tadi bingung kok ada yang dari Kalimantan ikut di workshop ini dan pesertanya cukup banyak. Padahal Regional 2 JSIT Indonesia (Sumsel, jambi, bengkulu, lampung dan Babel). Apa yang menjadi keinginan kita mendesign unggul sekolah kita bisa tercapai di sekolah islam terpadu. Harapan kita unggul guru, unggul karakter, unggul prestasi," ungkap Ustadz Apriadi Haryono MPd.

Ketua Pelaksana yang juga Ketua Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Sumsel ustadz M Fadilah SPdi didampingi Kabid Humas Kemitraan JSIT Sumsel Pepen Ali, SH melaporkan total peserta ada 190 orang.

"Padahal panitia menetapkan 100 orang saja. Pembicara mintanya 70 orang saja. Di Sosmed sudah kita umumkan close. Sudah datang jauh jauh dari pelosok Sumbagsel. Orang bilang acara apa ini kok ditolak orang mau ikut padahal bayar.

Dari Sumsel 66 peserta. Lampung 42 peserta, Bengkulu 37 peserta, Jambi 42 peserta, Babel 3 orang. Ternyata kita kedatangan tamu dari Jabar 1 orang. Ada yang lebih jauh lagi dari Kaltim 1 orang. Sebetulnya ada lagi dari Kalimantan, tapi saya close. Kami mohon maaf menolak 15. Antusias sekali. Antum dipilih jadi peserta. Kami mohon maaf tamu undangan dan khususnya peserta jika dalam pelayanan kurang memenuhi hati peserta," papar ustadz M Fadilah SPdi. (Abdul Hafiz)

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved