Melamar Kerja di Startup atau Unicorn, Fresh Graduate Harus Simak Hal-hal Berikut Ini!
Fresh graduate ingin mendapatkan pekerjaan di perusahaan Startup? Coba baca resikonya di sini!
Penulis: Ayu Vinesya | Editor: Welly Hadinata
Melamar Kerja di Startup, Fresh Graduate Harus Simak Hal Berikut Ini!
SRIPOKU.COM - Fresh graduate ingin mendapatkan pekerjaan di perusahaan Startup? Coba baca resikonya di sini!
Lulus dari masa kuliah menjadi impian bagi mahasiswa tingkat akhir di suatu universitas.
Apalagi jika setelah lulus, sang fresh graduate bisa langsung mendapatkan pekerjaan.
Namun, di antara sekian banyak perusahaan idaman, Startup kini menjadi idola masa kini bagi para fresh graduate.

• Ria Ricis Kembali Jadi Youtuber Pasca Ngaku Pamit Mundur, Keputusannya Malah Dihina Tukang Drama
• Tata Cara Sholat Jenazah untuk Jenazah Laki-laki Maupun Perempuan, Lengkap dengan Rukunnya
• PUASA IDUL ADHA 2019 : Jadwal Puasa Sunnah Bulan Dzulhijjah, Simak Keutamaan & Doa, serta Niatnya
Tempat kerja yang lebih mirip tempat bermain, jam kerja fleksibel, dan ke kantor tak perlu kenakan pakaian formal menjadi tiga alasan utama mengapa fresh graduate ingin bekerja di Startup.
Namun, tahukah kamu apa itu Startup?
Startup sendiri dapat diartikan sebagai perusahaan rintisan atau perusahaan yang belum lama beroperasi.
Sebagian Startup merupakan perusahaan yang baru didirikan dan berada dalam fase pengembangan dan penelitian untuk menemukan pasar yang tepat.
Dikutip dari situs Maxmanroe.com, Startup mulai berkembang di akhir tahun 90an hingga tahun 2000.

• JADWAL LIGA ITALIA 2019-2020: Buffon Langsung Jumpa Parma, Pekan Kedua Menggelora
• Tak Percaya Jadi Karakter di The Eternals, Aktor Korea Selatan Ma Dong Seok Kaget Dihubungi Marvel!
• Dikerjai Verrel Bramasta, Venna Melinda Dapatkan Ucapan dari Mantan Kekasih Sang Putra
Saat ini istilah Startup banyak 'dikawinkan' dengan segala hal berbau teknologi, web, internet, dan hal lain yang berhubungan dengan ranah tersebut.
Hal ini disebabkan oleh fenomena buble dot-com.
Fenomena ini adalah ketika periode tahun 1998-2000 banyak perusahaan dot-com didirikan secara bersamaan.
Bahkan pada masa itu, banyak perusahaan sedang gencar-gencarnya membuka website pribadi.

• Innalillahi Wainna Ilaihi Rojiun, Krisjiana Baharudin Berduka, Aktor Dieno Ramly Meninggal Dunia
• LIVE INDOSIAR ! PREDIKSI & LINK LIVE STREAMING Arema FC vs Persib Bandung di Laga Tunda Liga 1 2019
• VIRAL Video Orang Mati Hidup Lagi di Sampang Madura, Ini Fakta Sebenarnya dan Motif Lucu Pelaku
Beberapa karakteristik perusahaan Startup di antaranya :
1. Usia perusahaan kurang dari 3 tahun
2. Jumlah pegawai kurang dari 20 orang
3. Pendapatan kurang dari $100.000/tahun
4. Masih dalam tahap berkembang
• Dukung Ibu Kota Indonesia Akan Dipindahkan ke Kalimantan, Gubernur Kaltara Sebut Solusi Cerdas
• Kumpulan Irama atau Lagu Adzan Lengkap dengan Lafadz dalam Bahasa Arab dan Latin, serta Artinya
• Saat Menikmati Masa Liburan, Ditantang Berkelahi oleh Pria Mabuk, Lionel Messi Langsung Ngacir
5. Umumnya beroperasi dalam bidang teknologi
6. Produk yang dibuat berupa aplikasi dalam bentuk digital
7. Biasanya beroperasi melalui website
Dikutip dari situs Maxmanroe.com, menurut Rama Mamuaya, CEO dailysocial.net, Startup di Indonesia digolongkan dalam tiga kelompok, yaitu :
1. Startup pencipta game
2. Startup aplikasi edukasi
3. Startup perdagangan seperti e-commerce dan informasi

• Baru 3 Hari Pamit Ria Ricis Kembali Bikin Heboh, Denny Darko Bongkar Rahasia Kondisi Dapur Tim Ricis
• Sempat tak Direstui, Begini Detik-detik Roger Danuarta Cium Kaki Calon Mertua, Cut Meyriska Menangis
• Jadwal & Prediksi Susunan Pemain Arema FC vs Persib Bandung Live Indosiar, Laga Tunda Liga 1 2019
Namun, setelah fresh graduate tahu tentang perusahaan Startup, maka harus tahu lebih dalam mengenai risiko yang harus ditanggung jika tergabung di sana.
1. Siap dengan resiko dengan konsep perusahaan "baru"
Startup merupakan istilah yang mengacu pada perusahaan baru.
Jika kamu ingin masuk ke dunia kerja dan menjajali peruntungan di perusahaan Startup, maka kamu harus siap dengan perubahan konsep model bisnis.
Perubahan konsep model bisnis ini ditujukan untuk mendapatkan branding baik di mata masyarakat sehingga bisnis dalam perusahaan dapat terus berjalan dan bahkan bertahan.
• Baru 3 Hari Pamit Ria Ricis Kembali Bikin Heboh, Denny Darko Bongkar Rahasia Kondisi Dapur Tim Ricis
• Dicap Selalu Ngintilin Gisella Anastasia, Pekerjaan Wijin Terungkap, Kini Tak Lagi Jadi Pebasket!
• LINK LIVE STREAMING Arema FC Vs Persib Bandung, Tuan Rumah Bertekad Tak Kecolongan Poin

2. Berhadapan dengan hal-hal di luar zona nyamanmu
Jika kamu ingin bekerja di Startup, maka kamu harus siap keluar dari zona nyamanmu.
Karena perusahaan Startup memiliki ritme yang berbeda dengan perusahaan lainnya.
Satu orang bisa saja mengerjakan perkerjaan di luar dari jobdesc-nya.
Bahkan terkadang pekerjaan ini harus diselesaikan di dalam waktu yang singkat dan target yang besar.
3. Tingkat stress yang cukup tinggi
Sebagai perusahaan yang baru merintis, perusahaan Startup masih dipenuhi dengan kesemerawutan.
Kesemerawutan tersebut terjadi dikarenakan perusahaan masih mengidentifikasi budaya kerja yang tempat untuk diterapkan di dalam perusahaannya.
• Blakan-blakan, Ronaldo Lebih Kangen Real Madrid daripada Man United
• Menurut Dokter, Inilah 5 Penyakit Ini Bisa Muncul Akibat Gigi Berlubang; Stroke hingga Jantung
• Kumpulan Surah Pendek Juz Amma atau Juz 30 dari An Naba hingga An Nas, Lengkap Latin dan Artinya

Sehingga tak aneh lagi jika konsep desain perusahaan Startup dibentuk seatraktif dan senyaman mungkin layaknya sebuah rumah untuk menghilangkan stress.
Namun, jangan sampai terlena, karena kamu bisa jadi malas karena keasyikan bermain di dalam kantor.
Nah, jika kamu siap mental dengan tiga resiko ini, jangan lupa pelajari latar belakang perusahaan Startup impianmu ya.