Dua Rumah di Desa Talang Pangeran Ulu Kecamatan Pemulutan Barat Longsor, 2 KK Terpaksa Mengungsi

Dua Rumah di Desa Talang Pangeran Ulu Kecamatan Pemulutan Barat Longsor, 2 KK Terpaksa Mengungsi

Dua Rumah di Desa Talang Pangeran Ulu Kecamatan Pemulutan Barat Longsor, 2 KK Terpaksa Mengungsi
SRIPOKU.COM/RESHA
Kondisi 2 rumah yang mengalami longsor, di Desa Talang Pangeran Ulu, Kecamatan Pemulutan Barat Kabupaten Ogan Ilir, Selasa (30/7/2019). 

Dua Rumah di Desa Talang Pangeran Ulu Kecamatan Pemulutan Barat Longsor, 2 KK Terpaksa Mengungsi

Laporan Wartawan Sripoku.com, Resha

SRIPOKU.COM, INDRALAYA -- Toni (40) tak kuasa menahan tangis, saat melihat rumah orangtuanya, Absoh (70) dan Rohayah (70) longsor. Rumah kayu yang sudah tua itu, amblas ke tanah dan nyaris longsor ke Sungai Ogan yang berada di sampingnya.

Beruntung, masih ada tembok besi yang menahan dua rumah di pinggir sungai tersebut, hingga tidak langsung longsor ke sungai. Namun tetap saja, rumah yang berada di atas tanah tersebut amblas.

"Saya tidak tau salah apa orangtua saya ini, di usianya yang seperti ini memang kita tidak menyuruhnya bekerja. Tapi kenapa dapat musibah seperti ini," ujar Toni saat diwawancarai, Selasa (30/7/2019).

Ia berharap, agar pemerintah daerah setempat membantu kedua orangtuanya untuk membangun kembali rumah yang tak bisa dihuni lagi. Karena orangtuanya tidak lagi bekerja, sedangkan dirinya hanya berprofesi sebagai Petani yang cukup untuk makan sehari-hari.

"Kita berharap bantuan dari pemerintah setempat, semoga dibangun kembali," ujarnya.

Setidaknya 2 rumah menjadi korban dari peristiwa amblasnya tanah di Desa Talang Pangeran Ulu, Kecamatan Pemulutan Barat Kabupaten Ogan Ilir.

Pantauan penulis di lapangan, tanah yang berada di sisi jalan itu retak dan longsor ke sisi yang bersampingan dengan sungai. Akibatnya, 2 rumah kayu sederhana yang berada di atasnya menjadi ringsek dan tak bisa dihuni lagi.

Beberapa keluarga yang tinggal di rumah tersebut sudah mulai mengeluarkan perabot di dalamnya. Menurut Amir Hamzah (49), Kepala Keluarga salah satu rumah tersebut mengatakan awalnya ia mendengar suara tanah sedikit-sedikit beberapa hari sebelumnya.

Halaman
12
Penulis: RM. Resha A.U
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved