140 Hektar Lahan di Sumsel Terbakar; 5 Kabupaten Dilanda Karhutla

Dalam sebulan ini BPBD Provinsi Sumatera Selatan mencatat ada lima kabupaten yang dilanda kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Lima kabupaten tersebu

140 Hektar Lahan di Sumsel Terbakar; 5 Kabupaten Dilanda Karhutla
ANTARA FOTO/FB Anggoro/foc
Api berkobar dari kebakaran lahan gambut di Desa Penarikan Kecamatan Langgam Kabupaten Pelalawan, Riau, Minggu (28/7/2019). Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kebakaran hutan dan lahan hingga Juli 2019 luasnya lebih dari 27 ribu hektare, dan kini masih terus meluas di Kabupaten Pelalawan dan Siak. 

SRIPOKU.COM - PALEMBANG - Dalam sebulan ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Selatan mencatat ada lima kabupaten yang dilanda kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Lima kabupaten tersebut, yakni Ogan Ilir,

Asap Kebakaran Hutan dan Lahan Bisa Sebabkan Tumor Ganas, Ini Saran Dokter untuk Pencegahannya

Apel Kesiapsiagaan Bencana Karhutla, Jika Diperlukan Muba Akan Lakukan Rekayasa Cuaca

Penungkal Abad Lematang Ilir (PALI), Musi Banyuasin, Banyuasin, dan Lubuk Linggau. Dari total lima kabupatern tersebut luasan lahan yang terbakar mencapai ratusan hektar.

Kabid Penanganan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumsel mengatakan, total luasan lahan yang terbakar yakni 140,4 hektar. Dengan rincian, Ogan Ilir mencapai 72,15 hektare, disusulKabupaten Penungkal Abad Lematang Ilir (PALI) dengan luasan lahan mencapai 57,75 hektare, lalu Kabupaten Banyuasin seluas enam hektare, serta Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) seluas empat hektare.

“Terakhir yang jumlah kebakaran lahannya sedikit hanya seluas 0,5 hektare terjadi di Kabupaten Lubuk Linggau," ujarnya, Senin (29/7/2019).

Dari lima kabupaten, Ogan Ilir menjadi lokasi terbanyak terjadinya kebakaran lahan. Pasalnya, kondisi lahan yang terbakar memang kebanyakan lahan mineral dan ada juga lahan gambut yang memang sangat sulit dipadamkan serta mudah terbakar saat terjadi kekeringan.

"Hingga kini untuk mengantisipasi bencana akibat dari kekeringan terutama dalam menghadapi musim kemarau pada tahun ini, sekitar 1.512 satuan petugas (satgas) masih disiagakan di Sumatera Selatan," ujarnya.

Ansori menambahkan, meski luasan lahan yang terdampak karhutla cukup banyak, namun terkait kabut yang kerap terjadi saat pagi hari seperti pagi tadi (kemarin), ia memastikan bukan dikarenakan dampak kabut asap sebab arah angin pada Senin (29/7/2019) tidak mengarah ke Kota Palembang.

"Kalauberdasarkan hotspot tidak karena data hotspot ada di Banyuasin arah anginnya tidak ke Palembang, Confidenya pun tidak dibawah 80 persen," ujarnya

Sementara itu, sebelumnya Wakil Gubernur Sumsel, Mawardi Yahya, mengatakan, di Sumsel kemarau panjang diperkirakan akan terjadi pada akhir Juli, memasuki Agustus hingga September mendatang.

Oleh karena itu, dirinya meminta kepada BMKG Sumsel untuk selalu mengevaluasi perkembangan yang ada di lapangan sehingga nantinya BPBD Sumsel dapat secara sigap dalam mengantisipasi terjadinya bencana terutama kebakaran hutan di wilayah Sumsel.

“Sebagai langkah antisipasi karhutla, satgas ini sejak beberapa hari yang lalu telah ditempatkan di wilayah Sumsel yang rawan karhutla dengan bekerja sama dengan masyarakat di desa-desa untuk melakukan bersiaga dan pencegahan dini karhutla,” tutupnya. (cr26)

KARHUTLA DI 5 DAERAH
Ogan Ilir mencapai 72,15 hektare
Penungkal Abad Lematang Ilir (PALI) 57,75 Ha
Banyuasin seluas 6 Ha
(Muba) seluas 4 Ha
Kabupaten Lubuk Linggau 0,5 Ha

Penulis: Rahmaliyah
Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved