Telepon Genggam Bikin Anak Malas Membaca Buku

Pilihan orangtua memberikan akan telepon genggam (handphone) agar anak bisa tenang, atau bahkan agar anak tidak mengganggu saat bekerja di rumah, tern

Telepon Genggam Bikin Anak Malas Membaca Buku
SRIPOKU.COM/Elm
MEMBACA -- Suasana orangtua dari siswa PAUD AT-Tauhid Palembang yang mengikuti gerakan nasional membaca buku (gernasbaku) di PAUD AT-Tauhid Palembang, kegiatan ini bertujuan mensosialisasikan kepada orangtua kalau membacakan buku untuk anak itu penting. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Pilihan orangtua memberikan akan telepon genggam (handphone) agar anak bisa tenang, atau bahkan agar anak tidak mengganggu saat bekerja di rumah, ternyata berdmapak anak jadi malas membaca. Dengan fenomena malas baca ini, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI melalui Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga Kemendikbud RI mengkampanyekan gerakan nasional membacakan buku (gernasbaku) yang disebar di seluruh PAUD dan TK di Indonesia.

Jangan Malas Membaca Buku Demi Kesehatan Fisik dan Mental

Berbaring dan Baca Buku Dibayar Rp 263 Juta? Inilah Pekerjaan Enak yang Ditawarkan NASA, Berminat?

Kalau di Palembang sendiri, PAUD AT-Tauhid menjadi satu-satunya PAUD di Sumsel, khususnya di Palembang yang mendapat kunjungan dari Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga terkait gernasbaku ini. "Acara ini sudah dilaksanakan semenjak 2018 lalu dan ini tahun kedua terkait gerakan nasional membacakan buku khusus kepada anak PAUD dan TK,"Perwakilan Direktorat Pembinaan Pendidikan KeluargaAnom Haryo Bimo, Sabtu (28/7/2019).

Dia juga mengatakan, melihat di era sekarang anak-anak yang mengenal gawai (gadget), ditambah regulasi orangtua lebih memilih memberikan telepon genggam ke anak-anak dengan tujuan anak itu bisa tenang. "Atau bahkan tak menganggu ortangtuanya, tapi para orangtua lupa k alau gawai itu ada dampak buruk, yakni pengaruh sinar birunya mudah merusak mata anak," jelasnya.

Selain itu, dengan handphone akan muncul hal-hal buruk, seperti pornografi. "Nah, maka dari itu mulai dari anak PAUD harus dikenalkan buku jangan sampai dilupakan, boleh anak kenal gawai, tapi ada baiknya buku supaya dikenalkan literasi membaca tidak hilang karena kalau anak-anak sudah mengenal buku sejak dini pada saat usia masuk remaja dan dewasa anak-anak bisa terus mengembangkan keinginan membaca," katanya.

Dia juga menjelaskan pada dasarnya gerakan ini sudah harus diterapkan dari orangtua kepada anak. "Di Palembang kenapa dipilih PAUD AT-Tauhid ini modelnya karena rekomendasi dari Kemendikbud, PAUD ini pernahmengikuti sosialisasi pendidikan keluarga," katanya.

"Jadi itu salah satu rekomendasi untuk menjadikan satu contoh. Kami juga sengaja pilih sekolah yang tempatnya jarang diperhatikan seperti PAUD AT-Tauhid ini walau tempatnya sederhana, tapi prestasinya juga lumayan banyak. Kami harap juga di kegiatan ini mereka bisa memberikan imbas ke tempat lain," ujarnya.

Sementata itu, saat kegiatan Gernasbaku ini para orangtua bersama anaknya datang mengambil buku yang disediakan di sekolah, para orangtua membacakan buku untuk anaknya sembari menjelaskan apa maksud dari isi buku tersebut. Anak-anak terlihat gembira dan penasaran, orangtua pun juga terlihat memegang buku dan membacakan cerita untuk anaknya tanpa memegang gawainya.

"Membiasakan orangtua untuk membacakan buku kepada anak itu minimal 5 menit setiap hari supaya anak-anak tidak tergantung dengan telepon genggam. Memang kita perlu mengikuti kemajuan teknologi tapi jangan sampai ketagihan dengan gawai," ujar Kepala PAUD AT-Tauhid Palembang Siti Rahma.

"Kami juga bersyukur dari 400 yang mendaftar dan hanya 10 PAUD/TK yang bisa dikunjungi Kemendikbud untuk Gernasbaku. Nantinya kegiatan ini kata Pak Anom akan diviralkan melalui media televisi pendidikan Kemendikbud yaknit TV-e dan juga medsos Kemendikbud di Instagram, Facebook dan Youtube," katanya.

PLT Lurah Bukit Baru MEdwin Syah Effendy mengatakan pihaknya juga bersyukur pemerintah pusat peduli dengan PAUD AT-Tauhid dan pihaknya juga memiliki tugas yang sama dalam membangkitkan niat membaca. "Di kantor Lurah pun kami menyiapkan pojok membaca, saya menunggu mereka bisa membaca buku-buku yang ada di pojok baca sekarang kami juga menunggu kalau ada yang ingin menyumbangkan buku yang masih layak baca," ujarnya. (Elm)

Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved