Bandingkan Medical Record Korban MOS SMA Taruna Indonesia, Polisi Akan Libatkan Pihak Dari IDI

udah Ambil Keterangan 20 Saksi Korban MOS SMA Taruna , Polisi Akan Libatkan Ahli Dari IDI guna bandingkan hasil medical record korban MOS SMA Taruna

Bandingkan Medical Record Korban MOS SMA Taruna Indonesia, Polisi Akan Libatkan Pihak Dari IDI
SRIPOKU.COM/ANDI WIJAYA
Pihak Sekolah SMA Taruna Indonesia, datangi Kediaman Wiko, korban meninggal dunia diduga saat menjalani Mos di SMA Taruna Indonesia, Palembang. 

Sudah Ambil Keterangan 20 Saksi Korban MOS SMA Taruna , Polisi Akan Libatkan Ahli Dari IDI

SRIPOKU.COM, PALEMBANG--Bergulirnya kasus MOS di SMA Taruna Indonesia, yang menyebabkan dua siswanya meninggal dunia, DB, dan WJ. Hingga kini Sat Reskrim Polresta Palembang telah memeriksa dan mengambil keterangan kurang lebih dari 20 saksi.

Hal ini diungkapkan Kapolresta Palembang Kombes Pol Didi Hayamansyah.

"Untuk penanganan kasus Wiko yang diduga menjadi korban kekerasan saat MOS di SMA Taruna Indonesia sampai saat ini kota sudah melakukan pemanggilan terhadap lebih dari 20 saksi yang sudah kita lakukan pemeriksaan," Ungkap Kapolresta saat dikonfirmasi Senin (29/7)

Lanjut Didi, selain pemeriksaan saksi, pihaknya juga juga akan meneliti hasil medical record dari dua rumah sakit tempat Wiko sebelumnya dirawat.

" kita juga akan meminta bantu dari IDI (Ikatan Dokter Indonesia) dan kita akan bandingkan medical recordnya nanti yang dikeluarkan oleh dua rumah sakit ini sekaligus nanti apa saja keterangan dari IDI,"ungkapnya.

Kasus Meninggalnya Siswa SMA Taruna Indonesia Menjadi Atensi bagi Komisi X DPR RI

Masih Dalami Hasil Medical Record, 22 Orang Sudah Dimintai Keterangan Atas Korban MOS SMA Taruna

Penyidik Polresta Palembang Periksa Kepala dan Wakil Kepala Sekolah SMA Taruna Indonesia Palembang

" lalu kita juga akan mintakan keterangan Rumah Sakit Bhayangkara terkait yang ahli dalam bidang forensik. Apakah yang diduga dilakukan oleh pelaku yang nantinya akan kita tetapkan apakah disitu ada tindakan kekerasan sehingga menyebabkan luka atau meninggal dunia," katanya lagi.

Lanjut Didi, hingga saat ini belum menaikkan status tersangka, tapi kita masih melakukan penyelidikan yang sampai saat ini baru sampai pada status penyidikan terhadap beberapa saksi.

"Jadi sampai sejauh ini baru pemeriksaan saksi dan beberapa keterangan dokter terkait medical record. Apakah ada tanda-tanda kekerasan, apakah ada hubungannya meninggal dengan kasus kekerasan atau karena penyebab lain yang masih dalam penelitian kita," katanya.

Sedangkan, untuk Obby frisman yang berstatus tersangka atas meninggalnya Delwyn, Kapolresta mengatakan masih menetapkan pelaku tunggal.

" Berdasarkan hasil dari penyidikan maupun penyelidikan kita. Dan itu sudah dibenarkan dan juga penyesuaian dengan keterengan para saksi yang sudah kita periksa," ungkapnya. (diw).

Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved