Berita Palembang

PT Palembang Kuatkan Putusan Vonis PN Palembang, Ini Jawaban Kuasa Hukum 5 Komisiner KPU Palembang

PT Palembang Kuatkan Putusan Vonis PN Palembang, Ini Jawaban Kuasa Hukum 5 Komisiner KPU Palembang

PT Palembang Kuatkan Putusan Vonis PN Palembang, Ini Jawaban Kuasa Hukum 5 Komisiner KPU Palembang
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Ketua KPU Kota Palembang H Eftiyani SH didampingi empat tersangka lainnya dan dua komisioner KPU Sumsel. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Abdul Hafiz

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Sidang majelis hakim PT Palembang yang diketuai Bachtiar SH MH itu menguatkan putusan pengadilan negeri palembang yang telah dijatuhkan terhadap banding yang ajukan kelima terdakwa komisioner KPU Palembang atas perkara pelanggaran pemilu, Jumat (26/7/2019) mendapat tanggapan kuasa hukum Rusli Bastari SH.

Kelima komisioner itu yakni Ketua KPU Kota Palembang H Eftiyani SH, Divisi Perencanaan, Data dan Informasi Syafarudin Adam, Divisi Hukum dan Pengawasan A Malik Syafei MH, Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM DR Yetty Oktarina, dan Divisi Teknis Penyelenggaraan Alex Barzili SSi.

BREAKING NEWS : 5 Komisiner KPU Palembang Tetap Terbukti Bersalah, PT Palembang Kuatkan Vonis PN

Kenakan Busana Adat Sumsel di Ajang HKG PKK ke 47, Feby Deru Sabet Lima Terbaik Busana Adat Nasional

Iriadi Kasek Bawaslu Sumsel Maju Pilbup Solok, Setelah 40 Tahun Merantau

"Itu kan setiap putusan majelis kita harus hormati. Karena putusan ini bentuknya final, maka tidak ada upaya hukum lainnya dan kita harus menerimanya," ungkap Rusli Bastari SH.

Dikatakan Rusli Bastari, kelima kliennya ini dihukun enam bulan, percobaan 1 tahun. Artinya mereka tidak perlu menjalani hukuman itu.

"Kalau selama satu tahun tidak melakukan kesalahan, maka hukuman itu tidak perlu dijalani. Sekarang ini kelima klien kami ini lagi non aktif dalam tugasnya di KPU Kota Palembang. Belum ada putusan dari pusat," ujar Rusli.

Sidang majelis hakim PT Palembang yang diketuai Bachtiar SH MH itu menguatkan putusan pengadilan negeri palembang yang telah dijatuhkan terhadap kelima terdakwa.

Dimana diketahui sebelumnya, mereka divonis bersalah telah menghilangkan hak suara orang lain.

Sehingga divonis menjalani 6 bulan penjara dengan masa percobaan 1 tahun dan denda Rp.10 juta subsider 1 bulan penjara.

"Dengan ini menguatkan putusan pengadilan negeri palembang terhadap lima terdakwa,"ujar ketua majelis hakim.

Turun Rp 6.000, Harga Emas Antam Menjadi Rp 702.000

Manjakan Konsumen, Erafone Gelar Interactive Activity dan Promo Spesial

Surat al-Kahfi, Arab Latin, Terjemahan Arti Bahasa Indonesia & Keutamaan Baca Al Kahfi di Hari Jumat

Namun, ada pembeda terhadap amar putusan tersebut. Yakni majelis hakim meminta diperbaiki isi surat putusan dari bersama-sama menjadi turut serta.

Sementara itu, sidang yang berlangsung kurang lebih selama 20 menit ini, tidak dihadiri baik kuasa hukum maupun kelima terdakwa itu sendiri.

Plt Humas Pengadilan Tinggi Palembang, Dr Herdi Agusten SH M Hum mengatakan pada prinsipnya, putusan majelis menguatkan dan menolak banding yang diajukan kuasa hukum kelima terdakwa.

Selain Pempek, 7 Makanan Khas Palembang Ini Haram dilewatkan, Pecinta Kuliner Wajib Tahu!

7 Cara Agar Tidak Terlalu Sering Keramas tapi Rambut Tepat Indah dan Sehat

Lirik What A Life Boy Band EXO, Lengkap dengan Video Musik dan Terjemahan Bahasa Inggris

Dia menegaskan, apabila dalam menjalani masa percobaan selama satu tahun ini, kelima terdakwa melakukan suatu tindak pidana. Maka hukuman penjara siap menanti mereka.

"Ini merupakan putusan final, mengingat sudah tidak ada upaya hukum lain yang bisa dilakukan oleh para terdakwa. Terkait apakah menerima atau tidak, itu tergantung dari para pihak," ujarnya.

Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved