Ketahui Bahayanya Pinjaman Online Ilegal Sebelum Coba-coba

Praktik financial technology atau pinjaman online nakal menjadi kembali menjadi sorotan. Kasus terbaru, seorang konsumen layanan pinjaman online yang

Ketahui Bahayanya Pinjaman Online Ilegal Sebelum Coba-coba
http://www.hoyapreneurs.org/
Ilustrasi - Fintech. 

"Kalau ada apa-apa, kalau masyarakat merasa tidak dilindungi kepentingannya, kalau lapor kita cek (diproses). Kalau tidak terdaftar tidak bisa kita cek," kata Wimboh.

Fintech juga harus melindungi kepentingan konsumen.

Lantas, bagaimana cara membedakan fintech lending legal dan ilegal?

Anda dapat memerhatikan hal-hal berikut:
Fintech Lending Legal
-Terdaftar dan diawasi OJK
-Identitas pengurus dan alamat kantor jelas
-Pemberian pinjaman diseleksi secara ketat
-Informasi biaya pinjaman dari denda transparan
-Total biaya pinjaman 0,05-0,8 persen per hari
-Maksimal pengembalian, termasuk denda 100 persen dari pinjaman pokok
-Penagihan maksimal 90 hari
-Akses hanya kamera, mikrofon, dan lokasi
-Memiliki layanan pengaduan konsumen
-Risiko peminjam yang tak melunasi setelah batas waktu 90 hari akan masuk ke daftar hitam atau blacklist Pusdafil

Fintech Lending Ilegal
-Tak mempunyai izin resmi
-Tidak ada identitas pengurus dan alamat kantor yang jelasInformasi bunga atau biaya pinjaman dan denda tidak jelas
-Bunga atau biaya pinjaman tak terbatas
-Total pengembalian, termasuk denda tidak terbatas
-Penagihan tidak ada batas waktu
-Akses ke seluruh data yang ada di ponsel peminjam
-Risiko peminjam yang tidak melunasi setelah batas waktu dapat berupa ancaman, teror kekerasan, penghinaan, pencemaran nama baik, hingga menyebarkan foto atau video pribadi.

Penulis: Mela Arnani

Like Facebook Sriwijaya Post Ya...

Berita Ini Sudah Diterbitkan di Situs https://money.kompas.com/ dengan Judul:
Sebelum Coba-coba, Ketahui Bahayanya Pinjaman Online Ilegal

Editor: Bejoroy
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved