Berita Ogan Ilir

Kasus Meninggalnya Siswa SMA Taruna Indonesia Menjadi Atensi bagi Komisi X DPR RI

Meninggalnya siswa karena dugaan mendapat kekerasan fisik saat Masa Orientasi Siswa di Palembang, menjadi atensi dari Komisi X DPR RI.

Kasus Meninggalnya Siswa SMA Taruna Indonesia Menjadi Atensi bagi Komisi X DPR RI
SRIPOKU.COM/RESHA
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih, saat diwawancarai usai kunjungan ke Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Sumsel di Indralaya, Ogan Ilir. 

Laporan wartawan sripoku.com, Resha

SRIPOKU.COM, INDRALAYA -- Meninggalnya siswa karena dugaan mendapat kekerasan fisik saat Masa Orientasi Siswa (MOS)  di Palembang beberapa waktu lalu, menjadi atensi dari Komisi X DPR RI.

Kejadian tersebut menjadi temuan atau aspirasi rakyat yang akan dibahas oleh Komisi yang membidangi Pendidikan, Sejarah dan Olahraga tersebut pada masa sidang yang akan datang.

Menurut Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih, pihaknya menyayangkan insiden tersebut terjadi di wilayah Pendidikan.

Walaupun terjadi nyaris setiap tahun, pihaknya sudah meminta agar masalah seperti itu harus segera ditangani secara cepat.

"Harusnya kita buat sistem yang terpadu dan terkontrol dengan baik. Kita minta dengan Kementrian Pendidikan agar jangan ada lagi terjadi seperti itu," ujarnya saat kunjungan ke Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Sumsel di Indralaya, Ogan Ilir Jumat (26/7/2019).

Ia mengatakan, pihaknya tentu meyakini jika instansi Pendidikan terkait sudah menyampaikan agar masa orientasi dapat lebih terkontrol.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang Ancam Pecat Kepala Sekolah Berlaku Semena-Mena

Pemprov Sumsel Jajaki Potensi Kerjasama dengan Rumania dan Republik Moldova

400 Prajurit Kodam II Ikut Pengamanan Perbatasan RI-Timor Leste, Begini Pesan Mayjen TNI Irwanl

Namun jika fakta di lapangan masih saja ada praktek-praktek yang tak sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Instansi Pendidikan tadi.

"Untuk itu kita betul-betul harus membuat sistem yang terpadu dan terkontrol, terus berfungsi dengan baik agar tidak ada nyawa yang melayang di pendidikan atau dengan alasan pendidikan," katanya.

Ditanya soal kasus SMA Taruna Indonesia di Palembang baru-baru ini, Abdul Fikri Faqih mengakui sampai saat ini belum ada pembahasan di dalam sidang dan penyampaian aspirasi ke Kementrian Pendidikan.

Sebab saat ini masa sidang sudah ditutup, dan pihaknya baru mendapat temuan dan aspirasi tersebut di akhir masa sidang.

Namun, pihaknya berencana akan menindaklanjuti temuan tersebut setelah masuk masa sidang kembali, yakni pada 16 Agustus 2019 mendatang.

"Bulan-bulan Agustus itu pembukaan masa sidang, sekaligus sidang istimewa dengan Presiden di nota keuangan 2020," jelasnya. (mg5)

Penulis: RM. Resha A.U
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved