Upal Pecahan Rp100 Ribu Mulai Beredar di Pagaralam, Polres Minta Masyarakat Waspada
Sebelumnya uang asli tapi palsu yaitu uang Rp2.000 dijadikan Rp20.000 sekarang mulai beredar upal dengan pecahan Rp100.000.
Penulis: Wawan Septiawan | Editor: Budi Darmawan
SRIPOKU.COM, PAGARALAM - Peredaran Uang Palsu mulai marak di Kota Pagaralam. Sebelumnya uang asli tapi palsu yaitu uang Rp2.000 dijadikan Rp20.000 sekarang mulai beredar upal dengan pecahan Rp100.000.
Informasi yang dihimpun sripoku.com, Kamis (25/7/2019) menyebutkan, dalam dua hari ini sudah dua kali tercatat warga Pagaralam yang mendapatkan Upal pecahan Rp100.000.
Anggun (29) seorang ibu rumah tangga dikawasan Tanjung Payang, Kecamatan Pagaralam mengatakan, saat dirinya hendak bertransaksi di Bank ternyata terdapat satu lembar uang pecahan seratus ribu miliknya ternyata upal.
• Kasus Pemuda Membakar Pacarnya di Babat Toman Muba Direkonstruksi, Pelaku Isnen Lakukan 25 Adegan
• Sambil Teriak Maling, Faisal Kejar Dua Pelaku Pencuri Motornya, Tapi tak Berhasil
"Saya tidak tahu jika uang saya ini palsu. Saya baru tahu saat bertransaksi di Bank, satu lembar uang pecahan seratus ribu ditolak oleh pihak bank, karena dinyatakan palsu oleh pihak bank," ujarnya.
Ditanya dari mana uang ini berasal pihaknya lupa darimana asalnya uang tersebut didapat.
"Untuk pastinya saya tidak tahu darimana uang ini. Sebab saya juga pedagang online, tentu banyak pembeli yang membayarkan uang pecahan seratus ribu tersebut ke saya, selain itu saya juga sering bertransaksi tunai di beberapa tempat," ungkapnya.
Hal yang sama juga dialami salah satu warga Pagaralam yang mencurhatkan kejadian yang dialami ibunya di salah satu media sosial instagram Pagaralam_insta.
• Jangan Langsung Berpikir Resign, Coba 7 Jurus Ampuh Atasi Jenuh di tempat kerja, Pekerja Wajib Tahu!
Dalam postinganya, warga tersebut mengatakan jika Ibunya yang berdaggang di kawasan Pasar Nendaggung sudah di tipu oleh oknum tidak bertanggung jawab yang menyebarkan uang palsu dengan pecahan seratus ribu. Bahkan tidak hanya orang tuanya, sudah banyak pedagang lain yang mendapatkan nasib sial tersebut.
"Dengan kejadian ini membuat warga resah, pasalnya dapat membuat warga merugi, apalagi masyarakat dan pedagang yang belum tahu ciri-ciri uang palsu," katanya.
Terkait hal ini, Kapolres Kota Pagaralam, AKBP Trisaksono Puspoaji SIk menghimbau kepada masyarakat untuk lebih teliti dalam menerima uang, khususya uang pecahan seratus ribu.
Dan pastikan sebelum menerima uang lakukan langka 3D Dilihat, Diraba dan Diterawang, agar tidak tertipu seperti yang dialami beberapa warga lainya.
"Jika warga menemukan uang palsu kami harap cepat melapor ke Pos atau Polsek Polisi terdekat, agar dapat ditindaklanjuti oleh anggota kita," tegasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/uang-palsu-beredar-di-pagaralam.jpg)