Breaking News:

Obat Palsu Beredar Di Apotik, Jenis Obat Ini Paling Banyak Dipalsukan

Kasus obat palsu kembali muncul seperti yang dilakukan Pedagang Besar Farmasi PT Jaya Karunia Investindo (JKI) menggunakan modus operasi repackaging.

SRIPOKU.COM/HERWIS
Ilustrasi obat-obatan 

SRIPOKU.COM-- Indonesia menjadi pasar yang menggiurkan bagi perdagangan obat karena jumlah penduduknya yang besar.

Namun, peluang ini juga tidak disia-siakan oleh mereka yang hanya berpikir untung rugi.

Terbukti, perdagangan obat palsu tetap marak meski kerap digerebek dan produsennya dipidana.

Terbukti, kasus obat palsu kembali muncul seperti yang dilakukan Pedagang Besar Farmasi (PBG) PT Jaya Karunia Investindo (JKI) menggunakan modus operasi repackaging.

Terganggu Dengan Kehadiran Cicak, Begini Cara Mengusir Cicak Dari Rumah, Pakai 6 Bahan Alami Ini

5 Manfaat Kacang Hijau Untuk Kesehatan, Salah Satunya Adalah Untuk Jantung

Tak Perlu Pakai Screenshot Ataupun Aplikasi Tambahan, Begini Cara Menyimpan Status WhatsApp Teman

Ilustrasi obat-obatan
Ilustrasi obat-obatan (SRIPOKU.COM/HERWIS)

Pemilik PBF yang juga produsen obat palsu melakukan pengemasan ulang produk obat generik dan kedaluwarsa.

"Produk yang dipalsukan kebanyakan untuk pengobatan jangka panjang yang perlu waktu bertahun-tahun. Misal obat untuk penyakit diabetes dan yang mengalami masalah kardiovaskuler," kata Direktur Pengawasan Produksi Obat, Narkotika, Psikotropika dan Prekursor Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Rita Endang seperti dikutip dari detikHealth, Rabu (24/7/2019).

Dalam rilisnya, BPOM mengatakan pelaku menggunakan obat generik yang seharusnya bisa diperoleh dengan harga terjangkau.

Obat dikemas ulang menjadi obat dengan merk yang harganya lebih tinggi dengan kualitas setara generik.

Produsen juga menggunakan obat kadaluwarsa yang diperoleh dari wilayah Jakarta dan Semarang.

Sama dengan generik, obat tersebut dikemas ulang dan diedarakan ke apotek dalam jaringan PBF PT JKI.

Halaman
12
Editor: ewis herwis
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved