Satu Tahun LRT Beroperasi, 50 Ribu Keping BSB Cash Sudah Terdistribusi

BSB mencatatkan selama satu tahun sejak 2018 moda LRT Sumsel beroperasional, Kartu Uang Elektronik (KUE) BSB Cash, telah terdistribusi sebanyak 50 ri

Satu Tahun LRT Beroperasi, 50 Ribu Keping BSB Cash Sudah Terdistribusi
SRIPOKU.COM/Jati Purwanti
Karyawan BSB memperlihatkan kartu uang elektronik BSB Cash, Selasa (23/7/2019). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Bank Sumsel Babel (BSB) mencatatkan selama satu tahun sejak 2018 moda LRT Sumsel beroperasional, Kartu Uang Elektronik (KUE) BSB Cash, telah terdistribusi sebanyak 50 ribu keping.

Pemimpin Satuan Pemasaran BSB, M Iqbal J Permana mengatakan dalam berbagai kesempatan bank daerah milik Pemprov Sumsel dan Babel ini akan terus menyosialisasikan penggunaan uang elektronik produk BSB tersebut untuk beragam keperluan masyarakat terutama untuk pembayaran tarif perjalanan.

Buka Rekening di BSB, Gratis Tiket Nonton MXGP, Kalau Buka Rekening Deposito Ini Hadiahnya

Mudahkan Warga Asing Untuk Bertransaksi , Bank Sumsel Babel Sediakan Money Changer di Ajang MXGP

“Selain memeriahkan Hari Ulang Tahun LRT Sumsel yang pertama, kami juga kembali memperkenalkan BSB Cash yang tentunya dapat digunakan tidak hanya pada saat menggunakan LRT saja, tetapi sudah dapat digunakan untuk pembayaran Transmusi, tol bahkan di merchant-merchant yang bekerjasama dengan BSB,” jelasnya ada kegiatan HUT ke satu LRT Sumsel di Main Atrium OPI Mall, Selasa (23/7/2019).

Saat ini pemegang BSB Cash pun bisa melakukan pengisian ulang (top up) hingga mencapai nominal Rp2 juta untuk kartu yang telah terdaftar dan maksimum Rp5 juta untuk yang belum terdaftar. Proses tersebut pun bisa dilakukan di loket LRT, ATM, maupun lewat mobile banking BSB di gawai yang memiliki aplikasi NFC (Near-field communication). "Ke depannya akan bisa melakukan top up di minimarket," tambah Iqbal.

Sementara itu, Manajer Operasi dan Komersial LRT Sumsel Sri Miyanto saat ini memang terjadi penurunan penggunaan kartu uang elektronik karena kembali diberlakukannya penggunaan pembayaran tunai untuk perjalanan LRT. Perbandingan penggunaan antara non tunai kartu uang elektronik dan tunai pun sebesar 30 persen dan 70 persen.

"Ini karena pembayaran non tunai masih menjadi alternatif termudah. Masyarakat hanya perlu membawa uang tunai Rp5 ribu atau Rp10 ribu untuk sekali perjalanan. Ke depannya akan dievaluasi penggunaan KUE di LRT Sumsel," jelas dia.

Saat ini rata-rata, kata dia, pengguna LRT di hari kerja mencapai 6.000-an penumpang dan pada akhir pekan seperti Sabtu dan Minggu pengguna akan mencapai angka 10 ribu penumpang. Sementara pada musim liburan sekolah seperti beberapa waktu lalu pada hari kerja saja pengguna moda transportasi tersebut mencapai 10 ribu penumpang dan khusus di akhir pekan di angka 15-16 ribu penumpang. (mg3)

Penulis: Jati Purwanti
Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved