Kepsek dan Wakasek SMA Taruna Indonesia Diperiksa Petugas Pidum Polresta Palembang

akhirnya Kepala Sekolah Taruna Indonesa, diperiksa oleh petugas satReskrim Polresta Palembang, untuk dimintai keterangan terkait peristiwa itu, Rabu

Kepsek dan Wakasek SMA Taruna Indonesia Diperiksa Petugas Pidum Polresta Palembang
SRIPOKU.COM/Andi Wijaya
Kepsek SMA Taruna Indonesia ketika diperiksa unit Pidum Polresta Palembang, Rabu, (24/7). 

Dimintai Keterangan, Satreskrim Polresta Palembang Periksa Kepsek dan Wakasek SMA Taruna Indonesia

SRIPOKU.COM, PALEMBANG--Setelah bergulirnya kasus meninggalnya DB (14), siswa SMA Taruna Indonesia, beberapa waklu lalu, akhirnya Kepala Sekolah Taruna Indonesa, diperiksa oleh petugas sat Reskrim Polresta Palembang, untuk dimintai keterangan terkait peristiwa itu, Rabu (24/7).

Ketika ditemui di ruang Pidum (Pidana Umum), Kepala SMA Taruna Indonesia Tarmizi Endrianto mengatakan, dirinya dipanggil untuk pemeriksaan terkait kematian Delwyn Berli Juliandro saat mengikuti kegiatan Masa Orientasi Siswa (MOS) di sekolah tersebut.

“Benar, hari ini saya dan wakil dipanggil untuk dimintai keterangan seputar kegiatan di lapangan (MOS). Ini pemeriksaan kedua, yang pertama BAP di sekolah,” ungkap Tarmizi, ketika diwawancari.

Bukannya Untung, Pria Ini Rugi Hingga Rp.10 Juta Karena Tertipu Bisnis Pengadaan Voucher Pulsa

Tak Terawat dan Tanpa Penerangan, Komisi IV Minta BBPJN V Lakukan Perawatan Underpass Patal-Pusri

Ngamen di Jalan-jalan Protokol Palembang, Diancam Kurungan Penjara Selama Satu Bulan Plus Denda

Lanjutnya, proses pembinaan terhadap siswa pihaknya menyerahkan kepada institusi lain. Namun Tarmizi mengaku tidak mengetahui adanya pemukulan yang kini menyeret Obby Frisman Arkataku sebagai tersangka.

“Untuk pembinaan kita serahkan ke ahli dari institusi TNI, kita juga juga mengharamkan kekerasan dan setiap pembimbing sudah diberitahu untuk tidak melakukan kontak fisik,” ungkapnya.

Terkait keterlibatan Obby yang baru satu pekan bekerja dan dilibatkan sebagai pembina siswa dalam kegiatan MOS, ia menegaskan hanya sebatas membantu.

“Itu oknum (pemukulan), tugasnya hanya membantu dalam kegiatan tersebut dan sepanjang kegiatan, panitia selalu mengontrol,” katanya.

SMA Taruna Indonesia Palembang Disidak Pasca Tewasnya DB, Kadisdik Sumsel Ungkap Beberapa Temuan Ini
SMA Taruna Indonesia Palembang Disidak Pasca Tewasnya DB, Kadisdik Sumsel Ungkap Beberapa Temuan Ini (SRIPOKU.COM/hariswidodo)

Ditambahkanya, saat ini aktivitas kegiatan belajar mengajar di sekolah dengan jumlah peserta didik 250 siswa tersebut masih berjalan normal.

Pantaun Sriwijaya Post, selain kepada SMA Taruna Indonesia, turut juga diperiksa Wakasek (wakil kepala sekolah) M Sattarudin. Namun ketika diminta untuk diwawancara, ia menolak untuk diwawancarai awak media. (diw). ‎

Penulis: Andi Wijaya
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved