13 Hal Penting Terkait Ibadah Kurban, dari Hukumnya hingga Larangan Potong Kuku & Rambut

Hari Raya Idul Adha diperingati setiap tanggal 10 Dzulhijjah dalam penanggalan Islam. Tidak sampai sebulan umat muslim di seluruh dunia akan merayakan

13 Hal Penting Terkait Ibadah Kurban, dari Hukumnya hingga Larangan Potong Kuku & Rambut
SRIPOKU/ANTON
Ilustrasi - Hari Raya Idul Adha 2019. 

SRIPOKU.COM - Hari Raya Idul Adha diperingati setiap tanggal 10 Dzulhijjah dalam penanggalan Islam. Tidak sampai sebulan umat muslim di seluruh dunia akan merayakan Idul Adha 1440 Hijriah.

Jika tidak ada halangan, Hari Raya Idul Adha tahun ini akan jatuh pada tanggal 11 Agustus 2019.

Pada Hari Raya Idul Adha ini terdapat dua ibadah yang mengajarkan ummat Islam tentang keikhlasan dan ketaqwaan.

Niat dan Panduan Berkurban Idul Adha 2019, hingga Penjelasan Makan Daging Bagi yang Berqurban

Kurban untuk Orang yang Sudah Meninggal

Pertama Haji. Kita diperintahkan untuk ikhlas dengan bertawakkal kepada Allah, bukan untuk menunjukkan kemewahan, kekayaan, maupun mencari gelar atau mencari sanjungan.

Abu Hurairah berkata bahwa ia mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Siapa yang berhaji karena Allah lalu tidak berkata-kata seronok dan tidak berbuat kefasikan maka dia pulang ke negerinya sebagaimana ketika dilahirkan oleh ibunya.” (HR. Bukhari no. 1521).

Kedua Qurban atau Kurban.
Dari ibadah qurban yang dituntut adalah keikhlasan dan ketakwaan, itulah yang dapat menggapai ridha Allah.

Daging dan darah itu bukanlah yang dituntut, namun dari keikhlasan dalam berqurban. Allah Ta’ala berfirman,

“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.” (QS. Al Hajj: 37)

Ini berarti berqurban dan berhaji bukanlah ajang untuk pamer amalan dan kekayaan, atau riya’.

Halaman
1234
Editor: Bejoroy
Sumber: TribunStyle.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved